5 Film Dokumenter Indonesia yang Wajib Kamu Tonton

Film dokumenter merupakan film yang mendokumentasikan kehidupan nyata. Dari Indonesia, jenis film ini sering kali mendapat pujian dari dunia internasional dan bahkan menyabet penghargaan paling bergengsi. Nah, berikut ini adalah 5 film dokumenter Indonesia yang wajib (banget) kamu tonton!

1. Jalanan (2013)

Jalanan adalah film dokumenter yang menceritakan tentang tiga pemusik jalanan atau pengamen di Jakarta. Film garapan Daniel Ziv ini menyoroti tentang potret kehidupan tiga pengamen Ibu kota yang menyambung hidupnya dengan susah payah.

Siapa sangka, film dokumenter rilisan tahun 2013 ini mendapat banyak penghargaan, seperti Magnolia Award di Shanghai International Film Festival 2014, Macenant Award di Busan International Film Festival 2013, Edmonton International Film Festival, dan juga Melbourne International Film Festival.

2. Tarling is Darling (2017)

Dangdut bisa dikatakan musik rakyat Indonesia. Di berbagai wilayah dapat ditemukan dendangannya, termasuk di Indramayu, Jawa Barat. Namun untuk jenisnya, dangdut ini disebut tarling yang kental akan tarian erotis dari penyanyi dan pakaian yang mini.

Film dokumenter ini menyoroti seorang penulis lagu tarling dangdut bernama Jaham dan Ipung yang merupakan seorang produser musik. Keduanya telah banyak mengorbitkan artis baru. Rata-rata, mereka adalah wanita muda yang ingin menjadi terkenal.

Karena tarian dan pakaiannya, tarling mendapat tentangan dari para ulama. Mereka menganggap aliran musik tersebut tidak benar. Menyalahi aturan Islam. Jaham pun ditantang untuk menulis lagu tarling bernuansa islami, sehingga bisa menjadi sarana dakwah. Pada intinya, film ini menunjukkan Jaham yang pertama kalinya menulis lagu islami melalui bantuan seorang penyanyi erotis.

Baca Juga: https://icinema.id/5-film-indonesia-yang-tayang-di-luar-negeri-dan-mendapatkan-banyak-pujian/

3. Turah (2016)

Film dokumenter berjudul Turah ini berdurasi 79 menit. Film ini bercerita tentang Jagad, si pemabuk dari desa miskin bernama Desa Tirang. Jagad menganggap kemiskinan yang menimpa desanya itu diakibatkan pemimpinnya yang telah zalim dan tidak berlaku adil.

Hasilnya, tuduhan itu pun menimbulkan keributan antar warga. Karena ciri khas yang begitu lekat, Turah berhasil memenangkan Silver Screen Award kategori Asian Feature Film Competition pada Singapore Media Festival tahun 2016.

4. Banda The Dark Forgotten Trail (2017)

Banda the Dark Forgotten Trail, mengambil latar di Maluku yang terkenal akan rempah yang sangat diminati para kolonial dari Eropa. Film dokumenter berdurasi 99 menit ini sempat menuai kontroversial. Bahkan, sempat dilarang pemutarannya karena dianggap dapat memicu konflik. Terutama konflik antarsuku di Maluku.

Sejumlah orang berpendapat jika film ini memutarbalikkan sejarah yang terjadi sekitar 350 tahun yang lalu. Yang menjadi kontroversial, adalah ketika bercerita tentang terjadinya pembantaian massal terhadap warga lokal dan perbudakan pertama di Nusantara, tepatnya di Kepulauan Banda, Maluku. Pembantaian terjadi karena perseturuan antar bangsa dalam memperebutkan rempah yang berharga ketimbang emas, yakni pala. Pala kemudian menjadi komoditas melimpah dari Banda.

5. Negeri Dongeng (2017)

Para pendaki pasti tidak (akan) pernah terlewat menonton film dokumenter yang satu ini. Negeri Dongeng bercerita tentang pendakian tujuh gunung tertinggi di Indonesia. Memang, mendaki gunung di tanah air selain menikmati keindahannya, rasanya mampu membangkitkan nasionalis seseorang. Tak heran, semboyan pada film ini yakni “Mencintai Indonesia lewat Negeri Dongeng”.

Gunung-gunung yang ditaklukkan adalah Gunung Carstensz di Papua, Gunung Bukit Raya di Kalimantan, Gunung Binaiya di Ambon, Gunung Rinjani di Lombok, Gunung Semeru di Jawa, dan Gunung Latimojong di Sulawesi. Penggarapan film Negeri Dongeng cukup memakan waktu yang lama, sekitar tiga tahun.

Tak hanya itu, film ini juga merupakan hasil ekspedisi tujuh sinematografer yang terdiri dari Anggi Frisca, Teguh Rahmadani, Rivan Haggarai, Jogie KM Nadeak, Yohanes Pattiasina, dan Wihana Erlangga. Perjalanan dimulai dari Gunung Kerinci di Jambi pada bulan November 2014. Lewat film ini, kita akan diajak lebih mencintai tanah air Indonesia. Tak hanya itu, kita juga akan lebih belajar tentang pentingnya sebuah proses dan perjuangan.

Itulah 5 film dokumenter Indonesia yang wajib (banget) kamu tonton. Tuliskan di kolom komentar ya, film dokumenter yang mana dari daftar tersebut telah kamu tonton!

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.