Hari Film Nasional, Yuk Nonton Film Indonesia di Netflix

Hari Film Nasional – Semakin hari film Indonesia mampu bertranformasi menjadi semakin keren, bahkan beberapa film diantaranya sudah diakui dikancah internasional. Sebut saja Gundala-nya Joko Anwar yang tampil Toronto International Film Festival (TIFF). Sebelumnya ada Headshot (2016) yang juga masuk ke festival yang sama.

Ada juga Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017) yang walaupun gagal menembus ajang Academy Awards, namun film besutan Mouly Surya ini berhasi menjadi juara umum di FFI 2018 dan sempat mendapat penghargaan internasional seperti skenario terbaik pada FIFFS Maroko edisi ke-11, film terbaik dalam Asian Nest Wave The Qcinema Film Festival Filipina, serta NETPAC Jury Award di Five Flavours Asian Film Festival 2017.

Nah, menjelang Hari Film Nasional 30 Maret mendatang, Netflix akan menyajikan film-film Indonesia terbaik pemenang penghargaan.

Raphael Phang, Manager Content Acquisition SEA Netflix, mengatakan, “Dalam rangka menyambut Hari Film Nasional mendatang, kami mengajak para penikmat hiburan Indonesia untuk bernostalgia sekaligus menikmati berbagai film Indonesia pemenang penghargaan secara legal di Netflix. Kami memberikan apresiasi dan dukungan yang besar bagi semua pemain, sineas, dan kru film Indonesia. Kami percaya Indonesia memiliki banyak cerita berkualitas, dan kami tidak sabar untuk menghadirkannya di Netflix agar dapat dinikmati oleh para pelanggan kami.”

Berikut ini daftar rekomendasi film Indonesia pemenang penghargaan yang akan hadir di Netflix. Baik itu penghargaan lokal maupun internasional:

Pintu Terlarang – 31 Maret

Pemenang Festival Film Indonesia 2009 untuk kategori Sinematografi Terbaik dan Penyunting Gambar Terbaik; Pemenang Puchon International Fantastic Film Festival 2009 untuk kategori Film Terbaik

Dibintangi oleh Fachri Albar dan Marsha Timothy, Pintu Terlarang menceritakan kehidupan seorang pematung sukses yang berubah 180 derajat ketika ia mulai menerima pesan-pesan misterius dari orang yang meminta bantuannya.

Modus Anomali – 31 Maret

Pemenang kategori Bucheon Award di Network of Asian Fantastic Films 2011

Film thriller menegangkan ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang pergi berlibur di hutan dengan keluarganya. Namun ketika sosok tak diundang datang menghampiri, yang terjadi berikutnya adalah serangkaian peristiwa aneh yang mengancam nyawa keluarganya. Karya Joko Anwar, Modus Anomali dibintangi oleh Rio Dewanto dan Hannah Al Rashid.

Sang Penari – Sudah Tayang

Pemenang Festival Film Indonesia 2011 untuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik

Sang Penari mengikuti perjalanan dua remaja yang hidup dalam kemiskinan di desa mereka pada tahun 1960an. Sang perempuan, Srintil (Prisia Nasution), adalah seorang penari yang dipercayai memiliki kemampuan gaib dalam tariannya, sementara sang lelaki, Rasus (Oka Antara), pergi meninggalkan kampungnya untuk bergabung dengan pasukan tentara.

5 cm – Sudah Tayang

Pemenang Festival Film Indonesia 2013 untuk kategori Sinematografi Terbaik

Menghadirkan Raline Shah, Fedi Nuril, Herjunot Ali, Pevita Pearce, Denny Sumargo, dan Saykoji, film ini menceritakan lima orang sahabat yang menemukan arti pertemanan dalam sebuah perjalanan mendaki Gunung Semeru.

Baca juga : Review The Hunt, Horor Thriller penuh Komedi yang Jenaka

Cahaya dari Timur: Beta Maluku – Sudah Tayang

Pemenang Festival Film Indonesia 2014 untuk kategori Film Terbaik dan Pemeran Utama Pria Terbaik

Sebuah maha karya dari Angga Dwimas Sasongko, film ini berpusat pada karakter Sani Tawainella (Chico Jericho), yang melatih sepak bola untuk anak laki-laki daerah di tengah konflik Islam dan Kristen di Maluku.

Tabula Rasa – 31 Maret

Pemenang Festival Film Indonesia 2014 untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Skenario Asli Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Pemeran Utama Wanita Terbaik

Hans (Jimmy Kobogau) adalah seorang laki-laki muda dari Serui, Papua, yang bermimpi untuk menjadi atlet sepak bola profesional, namun selalu ada saja yang menghalanginya. Ketika Hans hampir kehilangan harapan, ia bertemu dengan Mak (Dewi Irawan), seorang pemilik restoran, yang akan mengubah kehidupannya selamanya.

Athirah (Emma’) – Telah Tayang

Pemenang Festival Film Indonesia 2016 untuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik, dan Penata Busana Terbaik

Berlatar belakang tahun 1950an di Makassar, kehidupan seorang ibu muda bernama Athirah’s (Cut Mini) berubah ketika suaminya menikahi wanita lain. Hidup dalam masa yang memperbolehkan poligami memaksa Athirah untuk berjuang mempertahankan integritas keluarganya. Sebagai karya dari duo ternama Riri Riza dan Mira Lesmana, Athirah juga berhasil mendapat pengakuan di kancah global, di mana film ini tayang di Busan International Film Festival 2016, Tokyo International Film Festival 2016, dan Vancouver International Film Festival 2016.

Cek Toko Sebelah – Telah Tayang

Pemenang Festival Film Indonesia 2017 untuk kategori Skenario Asli Terbaik

Cek Toko Sebelah mengikuti perjalanan Erwin (Ernest Prakasa), seorang laki-laki muda yang bertekad untuk memiliki karir yang cemerlang. Namun ketika ayahnya jatuh sakit, Erwin harus mengesampingkan ambisinya untuk membantu ayahnya mengelola toko keluarga mereka – meskipun ia tidak mendapat persetujuan dari pacarnya. Merasa kecewa dengan ayah mereka yang pilih kasih, kakak Erwin yang bernama Yohan (Dion Wiyoko) akhirnya membuat sebuah rencana untuk mengambil alih toko keluarganya.

Pengabdi Setan – Telah Tayang

Pemenang Festival Film Indonesia 2017 untuk kategori Sinematografi Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Penata Efek Visual Terbaik, Penata Suara Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Pemeran Anak Terbaik; Pemenang Toronto After Dark Film Festival 2018 untuk kategori Film Horor Terbaik

Disutradarai oleh Joko Anwar, Pengabdi Setan adalah film horror yang berpusat pada sebuah keluarga bernasib buruk, yang mengalami berbagai peristiwa menyeramkan setelah kematian ibu mereka. Keluarga ini pun bersatu untuk bisa bertahan hidup, tanpa menyadari bahwa sebenarnya kejahatan ada di antara mereka.

Posesif – Telah Tayang

Pemenang Festival Film Indonesia 2017 untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik

Lala (Putri Marino) adalah seorang atlet selam yang menjalani tahun terakhirnya di SMA ketika ia bertemu dengan Yudhis (Adipati Dolken), seorang murid pindahan. Berawal dengan momen-momen manis, kisah cinta mereka pun teruji ketika Yudhis memperlihatkan sisi lainnya yang gelap.

Itu dia daftar film-film yang tayang di Netflix untuk memperingati Hari Film Nasional. Ayo dukung film Indonesia, dengan menonton film-film karya anak bangsa di bioskop atau melalu layangan streaming seperti Netflix atau AppleTV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *