Review 47 Meters Down: Film Shark Attack Pengobat Rindu

Film tentang Hiu sempet dipopulerkan oleh Jaws-nya Steven Spielberg (1975) kemudian disusul oleh Deep Blue Sea yang keluar tahun 1999. Setelah itu hampir tidak ada film bertemakan ‘Shark Attack’, kalaupun ada tidak punya popularitas seperti dua film pendahulunya bahkan boleh dibilang hanya film ecek-ecek.

Hingga akhirnya tahun 2016, The Shallows muncul, film yang diperankan oleh Blake Lively menceritakan tentang seorang atlit surfing yang di serang Hiu saat tengah latihan. Dan 2017 yang lalu, 47 Meters Down menyusul dengan tema serupa namun plot yang ‘sedikit’ berbeda.

Sebelum di beli licensi-nya oleh Byron Allen’s Entertainment Studios, film ini sempat berganti namanya menjadi “In the Deep” yang kemudian dirilis versi DVD-nya. Oleh karena itu di beberapa forum nonton online film ini punya judul yang berbeda; “In the Deep” dimana (mungkin) si encoder mengambil source dari DVD ‘lama’ yang sempet beredar.

Review 47 Meters Down

Sinopsis

47 Meters Down bercerita tentang Lisa (Mandy Moore) yang baru aja putus dengan pacarny, Lisa ingin ‘move-on’ dengan cara berlibur. Lisa ditemani Kate (Claire Holt) ; saudarinya, mereka akhirnya berlibur ke Pantai di Meksiko. Saat tengah ‘clubbing’ Lisa dan Kate bertemu dengan sepasang pria yang tengah liburan juga, yang kemudian mengajak mereka ikutan untuk ‘scuba-dive’. Namun bukan ‘scuba-dive’ biasa, para pria itu berencana untuk ‘scuba-dive’ di perairan yang jadi habitat hiu dengan perlindungan sebuah kandang besi.

Lisa yang awalnya enggan ikutan karena takut, akhirnya termakan bujuk rayu Kate dan ikutan dalam rencana ‘scuba-dive’ tersebut. Sesampainya di spot ‘scuba-dive’ Lisa kembali berubah pikiran untuk tidak ikut serta, namun lagi-lagi berhasil dibujuk oleh saudarinya; Kate. Setelah para pria teman mereka selesai, kini giliran Lisa dan Kate untuk masuk kedalam kandang besi yang kemudian diturunkan perlahan-lahan kedalam laut.

Baca juga : Review Koki-Koki Cilik 2, Film ‘Seru’ Untuk Keluarga

Di rencana awal, kandang hanya akan diturunkan sekitar 2-3 meter dari permukaan air laut. Disana Lisa dan Kate dapat melihat keindahan bawah laut ditambah hiu-hiu yang berkeliaran disekitar kandang. Kesenangan mereka kemudian berubah drastis kala tali katrol yang menahan kandang besi putus dan membawa Lisa bersama Kate kedasar lautan; 47 meter dari permukaan air laut.

Kesialan mereka berdua tak hanya sampai disitu, radio komunikasi yang jadi alat kontak mereka ke para temannya dan operator kapal di permukaan juga tak berfungsi karena sinyalnya tak terjangkau. Dikelilingi hiu-hiu buas dengan tabung oksigen yang hanya mampu bertahan selama satu jam, Lisa dan Kate berusaha mencari jalan agar bisa keluar dari kandang maut tersebut.

Plot yang Menarik dibalut Akting yang Biasa saja

Sepeerti yang udah saya tulis diawal tulisan, film yang mengangkat tema ‘Shark attack’ udah mulai jarang dilirik. Bisa jadi karena memang peminat film dengan tema seperti ini udah mulai berkurang dan sayangnya lagi kalaupun ada produser yang niat membuat film-nya, modalnya pas-pasan jadi eksekusinya pun standar. Coba saja tengok film; Sharknado, Shark Night dan Open Water. Ketiganya mengangkat tema ‘Shark Attack’ namun hasilnya sama sekali sampah, mungkin di era milenium sekarang ini hanya ‘Deep Blue Sea’ dan ‘The Shallow’ aja yang punya greget lumayan.

Johannes Roberts, si sutradara (mungkin) berusaha mengubah hal ini. Dengan tema yang sama dengan Sharknado, Shark Night, Open Water, Deep Blue Sea, The Shallow dan Jaws, Sang sutradara mencoba mengakali dengan memasukkan plot cerita yang berbeda dengan film-film pendahulunya (yang kebanyakan) gagal.

Plot yang dibangun Roberts terbukti lumayan membuat perubahan yang berarti. Pelan tapi pasti, ketegangan dibangun sejak awal konflik hingga mendekati klimaks. Peran tokoh utama yang dibebankan ke Mandy Moore juga terbukti punya greget yang lumayan, memang aktingnya tak bisa dibilang sempurna, namun salah juga jika dibilang aktingnya doi jelek.

Begitu pula dengan Claire Holt yang juga tampil lumayan, malah saya justru menilai akting Claire lebih baik daripada Mandy Moore. Bisa jadi, adanya masker selam bikin ekspresi Mandy dan Claire disini jadi punya batasan, ditambah kualitas suara juga nggak sebegitu baik ketika menggunakan masker selam (entah itu menggunakan teknologi dubbing atau tidak).

Yang jadi perhatian utama saya adalah setting lokasi-nya. Proses pengambilan gambar underwater pasti punya kesulitan beberapa kali lipat daripada di darat. Di film ini, Roberts berhasil menampilkan sisi gelap dari environment bawah laut. Proses pengambilan gambar adegan underwater-nya sendiri di ambil di Underwater Studio Essex, Inggris. Dan kerennya, untuk membuat organisme underwater yang mirip, Roberts menggunakan brokoli yang dipotong kecil-kecil kemudian dimasukkan kedalam kolam. Hasilnya, silahkan liat sendiri deh.

Overall, film ini masih jauh dari kata sempurna, namun tetap layak di tonton. Apalagi buat kalian yang memang sudah kangen dengan film-film shark attack seperti Jaws dan Deep Blue Sea, siapa tau bisa menjadi pengobat rindu.

277 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail