Review Anna, Film dengan Gaya La Femme Nikita a-la Luc Besson yang Gagal

Review Anna – Luc Besson sempat menarik perhatian saya kala menyutradarai film Lucy dan The Family. Tak hanya itu, film-film tersebut kemudian membawa saya menonton Léon: The Professional dan La Femme Nikita yang punya kualitas sangat ciamik.

Kali ini Luc Besson kembali dengan film bergenre Spy-Assassin a-la Le Femme Nikita yang berjudul; Anna. Di Film ini Luc Besson berperan sebagai Sutradara sekaligus penulis naskahnya. Anna dibintangi oleh Sasha Luss bersama Luke Evans, Helen Mirren dan Cillian Murphy.

Anna bercerita tentang mata-mata wanita asal Rusia pada Perang Dingin bernama Anna Poliatova (Sasha Luss). Dengan setting tahun 1990, ia tinggal bersama pacarnya yang suka mabuk-mabukkan. Hingga suatu ketika ia mendapatkan kesempatan menjadi pembunuh bayaran yang bekerja untuk KGB (organisasi mata-mata Rusia).

Review Anna

Beberapa waktu berselang, Anna mulai menemukan kejenuhan akan pekerjaannya sebagai mata-mata. Ia pun berniat untuk pensiun sebagai mata-mata, namun KGB tak semudah itu melepas agennya (kecuali dia mati). Belum lagi Anna masih harus berhadapan dengan CIA yang juga turut memburunya.

Baca juga : Review In The Heart of The Sea, Film Maritim dengan Visual yang Memanjakan Mata

Kejutan yang dibalut Plot Dinamis

Jalan ceritanya dibuat dinamis; dengan menggunakan plot maju-mundur. Namun, minimnya informasi yang ditampilkan, membuat kebanyakan penonton kebingungan dengan timeline yang coba dihadirkan oleh Luc Besson.

Melalui alur maju-mundur ini pula, Luc berhasil menyelipkan sebuah kejutan. Penonton akan diajak mengikuti kisah Anna mulai dari ‘zaman sekarang’ – ke masa lalu – hingga kembali lagi ke zaman sekarang. Dan, kejutan yang diselipkan Luc Besson pun berhasil menghibur penonton, ya walaupun hal tersebut terlalu mudah ketebak.

Adegan aksi yang ditampilkan-pun cukup baik. Tembak-menembak dan adegan baku-pukul yang dihadirkan sanggup memicu adrenalin para penonton.

Review Anna

Kualitas Akting Yang Tak Spesial

Sasha Luss tampil cukup elegan (untuk ukuran pendatang baru di dunia film). Kemampuannya mempelajari penggunaan senjata dan bela diri patut diberi apresiasi, walau kualitas aktingnya masih perlu diasah. Luke Evans dan Cilian Murphy yang saling berbagi layar dengan Sasha malah tampil biasa saja, tak ada yang spesial.

Helen Mirren yang berperan sebagai Olga juga tak banyak membantu, aksennya terasa janggal dan ekpresinya yang terlalu datar membuatnya tak terlihat tampil maksimal.

Overall, Anna terbilang cukup menghibur. Namun, jika membandingkannya dengan Lucy atau La Femme Nikita, film ini tentu saja dapat raport merah. Elemen kejutan dan Adegan aksi yang keren menutupi kualitas cerita dan akting para pemerannya. Saya rasa ponten 5.6/10 cukup pantas untuk Anna.

381 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail