Review Birds of Prey, Film yang Tampil Lebih Baik daripada Suicide Squad!

Review Birds of Prey – Saat ini sudah memasuki hari ke-2 sejak film Birds of Prey resmi tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Birds of Prey sendiri merupakan film keluaran DC yang berkisah tentang sekumpulan antihero wanita. Grup ini ‘dipimpin’ oleh Harley Quinn yang diperankan oleh Margot Robbie.

Birds of Prey disutradarai oleh Cathy Yan yang sebelumnya sukses menggarap Dead Pigs 2018 silam. Sementara untuk naskahnya ditulis oleh Christina Hodson.

Review Birds of Prey

Film Birds sof Prey memiliki setting waktu, nggak lama setelah film Suicide Squad dimana Harley Quinn (Margot Robbie) pada akhirnya harus putus dengan kekasihnya, Joker. Usai hubungannya kandas, Quinn kemudian mencari cara untuk dengan ‘hang-out’ bersama teman-temannya perempuan. Mereka adalah para antihero dik ota Gotham; yaitu Helena Bertinelli (Mary Elizabeth Winstead), Black Canary (Jurnee Smolett-Bell) dan Renee Montoya (Rosie Perez).

Disaat yang sama Harley Quinn juga merasa harus bersaing dengan Joker, dalam hal ‘melakukan kejahatan’. Oleh karenanya, Harley Quinn beserta geng-nya membuat onar di kota Gotham. Di film ini, Quinn juga harus berhadapan dengan musuh utamanya, Black Mask, yang diperankan oleh Ewan McGregor.

Baca juga : Review Film 1917, Akting Brilian yang Dikemas Sinematografi Luar biasa

Review Birds of Prey

Kesan pertama; Birds of Prey lebih baik daripada Suicide Squad! Cathy Yan nyatanya berhasil membuat Birds of Prey tampil ‘Fun’ dan cukup memorable. Ya, memang Birds of Prey masih jauh dari kata sempurna, namun Cathy Yan berhasil menghasilkan visual film yang ‘padat’, penuh warna dan ledakan, juga balutan CGI yang ciamik. Dan, yup! salah satu keunggulan Birds of Prey adalah desain visualnya.

Disaat film-film lain, beramai-ramai menggunakan efek visual retro a-la 80-an, Cathy Yan malah memutuskan untuk membuat style-nya sendiri; campuran warna-warna pop dan gloomy. Tak hanya itu saja, sajian komedi yang disuguhkan juga terbilang cukup kocak. Hal ini tentu saja tak megejutkan, karena si penulis naskahnya Christina Hodson, merupakan penulisa naskah film Bumblebee yang memang cukup kocak.

Margot Robbie juga tampil cukup mantab! di film ini Margot Robbie seakan-akan ingin membayar kualitas aktingnya di Suicide Squad yang terbilang ‘biasa’ saja. Akting-nya sebagai Harley Quinn di film ini, jelas akan menjadi tolak-ukur untuk aktris-aktris lain yang akan memerankan sosok Harley Quinn dimasa depan. Para cast lain juga tampil cukup baik, bukan hanya dari kualitas aktingnya, namun cara Cathy Yan menyeimbangkan porsi tampil juga punya andil penting dalam performa cast-cast selain Margot Robbie.

And as i mention before; Birds of Prey masih jauh dari kata sempurnya. Terlihat dari karakter Black Mask; diperankan oleh Ewan McGregor yang tampil ‘apa adanya’ atau mungkin lebih baik disebut; ‘seadanya’. Karakter Black Mask difilm ini seperti nggak memiliki konsistensi. Sepanjang film, Black Mask digambarkan punya level kesombongan yang berbeda. Hal ini tentu saja membuat karakter Black Mask jadi kayak karakter yang ‘dibuat’ terburu-buru.

Nggak hanya itu aja. Hubungan Black Mask dengan Victor Zsasz juga terbilang cukup ‘aneh’. Mungkin, awalnya hubungan antar karakter (Black Mask-Victor) ingin dibuat ‘amat’ complicated. Namun, entah kenapa jadinya malah jadi hubungan yang terlihat ‘aneh’, bukan layaknya hubungan antara Bos dengan anak buah.

Dan, seperti kebanyakan film action lainnya, Birds of Prey juga kayaknya nggak begitu peduli dengan adegan ‘aksi’ yang jauh dari realita. Coba saja tengok saat tiga orang pria besar yang gagal menembak Harley dari posisi hanya 3-4 meter. C’mon, penjahat macem apa yang punya akurasi tembakan busuk macem itu. But again, ini merupakan ‘kesalahan’ yang dibuat oleh hampir semua sutradara. Seandainya, Cathy Yan, mampu menampilkan adegan ‘aksi’ yang terlihat lebih Real, bukan tak mungkin Birds of Prey akan mampu menembus kesuksesan Batman-nya Nolan.

Overall, Walaupun ini bukan film yang sempurna, namun sepertinya cukup pantas untuk menasbihkan bahwa Birds of Prey merupakan salah satu film DC (pasca-Nolan) terbaik di luar sana (tentu saja Joker nggak masuk hitungan).

52 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail