Review Black Mirror Season 5

Review Black Mirror Season 5 – Black Mirror merupakan seri antologi yang mengangkat kegelisahan dan hubungan manusia dengan dunia modern juga teknologi. Masing-masing episode memiliki kisahnya sendiri tanpa ada benang merah cerita terhadap episode sebelum maupun sesudahnya. Yang membuat episode-episode tersebut saling terkait hanyalah tema serialnya: Hubungan manusia dengan teknologi.

Pada 5 Juni yang lalu, Netflix merilis episode pertama untuk season ke 5 Black Mirror yang berjudul Striking Vipers. Disusul oleh Smithereens dan Rachel, Jack and Ashley Too. Kali ini icinema akan merangkum review Black Mirror Season 5 untuk kalian.

Baca juga : Review The Secret Life of Pets 2, Cerita Biasa dibalut Visual Luar Biasa

  • Striking Vipers
  • Smithereens
  • Rachel, Jack and Ashley Too

Striking Vipers

Review Black Mirror Season 5

Sinopsis Striking Vipers

Danny dan Karl adalah sahabat di kampus. Sebelas tahun kemudian Danny telah hidup berkeluarga, bersama istri dan seorang putra. Sementara Karl masih tetap menomblo dan terlihat masih tetap bahagia akan kesendiriannya. Keduanya lalu bertemu di acara ulang tahun Danny, Karl datang dan memberikan kado berupa game virtual reality.

Keduanya yang memang dahulu sangat hobi bermain game, akhirnya sama-sama bernostalgia dengan bermain game secara online. Namun, bukannya bernostalgia, mereka berdua justru menemukan ‘kepuasan’ lain saat bermain game berjudul ‘Striking Vipers’ tersebut.

Episode Striking Vipers ini disutradarai oleh Owen Harris, sementara naskahnya ditulis oleh sang kreator Black Mirror; Charlie Brooker. Anthony Mackie berperan sebagai Danny dan Yahya Abdul-Mateen II memerankan sosok Karl.

Konsep ‘Umum’ dengan Kualitas Akting Prima

Seperti biasa, di setiap episode Black Mirror selalu mengangkat tema Hubungan Manusia dengan Teknologi. Kali ini plot yang diangkat adalah tentang bagaimana ‘game’ mampu merubah kehidupan seseorang. Tema, seperti ini sejatinya sudah beberapa kali diangkat di episode Black Mirror sebelum-nya. Namun, sepertinya Owen Harris mampu menampilkan mood yang sedikit berbeda dari beberapa episode dengan tema yang sama sebelumnya.

Plot ceritanya dibuat sangat ‘sederhana’, alurnya dibuat maju tanpa ada flashback yang membingungkan. Konflik-nya pun dibuat bertahap, sedikit demi sedikit hingga akhirnya mencampai puncak dan ditutup dengan anti-klimaks yang terbilang ‘oke’ punya.

Pendalaman kedua karakter utamanya dibuat mendalam dan cukup seimbang. Pergulatan batin para karakter-nya pun sangat sempurna. Yahya Abdul-Mateen II, patut dapat ranking pertama dalam urusan akting. Chemistry yang dibangun bersama dengan Anthony Mackie terlihat seperti bukan akting. Penggambaran rasa putus asa dan kegalauan hatinya benar-benar dirasakan para penonton.

Begitu pula Anthony Mackie yang memerankan sosok Danny. Kebimbangan dan rasa bersalah yang ditunjukkannya berhasil membangkitkan emosi.

Overall, dengan konsep cerita yang sangat ‘umum’ di Black Mirror, Striking Vipers tertolong oleh naskah dan kualitas akting yang mumpuni. So, rating 7,2/10 rasanya cukup pantas untuk episode ini.

Smithereens

Review Black Mirror Season 5
Review Black Mirror Season 5 | Image Source: imdb.com

Sinopsis Smithereens

Ini adalah episode terbaik buat saya, so far. Smithereens bercerita tentang seorang pengemudi taksi online yang menculik karyawan magang di sebuah perusahaan sosial media Smithereens. Pengemudi misterius tersebut akhirnya harus terjebak pengepungan polisi ditengah pada rumput.

Pengemudi misterius tersebut tak menuntut uang atau menyakiti sandera-nya. Dia hanya menuntut sesuatu yang sangat sederhana. Yaitu; berbicara dengan pemilik dan pemimpin perusahaan Sosial media Smithereens. Pada akhirnya, penonton akan disuguhkan motif sebenarnya penyanderaan tersebut, yang perlahan semakin jelas.

Episode ini disutradarai oleh James Hawes, sementara naskahnya kembali ditulis oleh Charlie Brooker. Smithereens diperankan oleh Andrew Scott, Damson Idris dan Topher Grace.

Plot Sedikit Kompleks, Dialog Sempurnya dan Akting Ciamik

Konsep cerita yang diangkat kali ini adalah tentang teknologi sosial media dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi manusia. Lagi-lagi, konsep yang sudah ‘sering’ digunakan dalam serial Black Mirror di season sebelumnya. Namun, persis sebelum episode Striking Vipers; di episode kali ini James Hawes mampu mengemas-nya menjadi hal baru yang ‘segar’.

Untuk plotnya sendiri, dibuat sedikit ‘kompleks’. Alurnya dibuat maju, dengan sesekali, menggunakan ‘Flashback’ sebagai pelengkap cerita. Kualitas akting para pemerannya juga sangat luar biasa. Andrew Scott yang memerankan sosok supir taksi misterius dengan ‘sedikit’ gangguan kejiwaan tergambarkan sempurna hingga ke ingatan penonton. Sepertinya, karakter dengan ‘gangguan’ seperti ini sudah sangat melekat dengan sosok Andrew. Coba tengok akting dia di serial Sherlok nya Benedict Cumberbatch sebagai Jim Moriarty yang emang ‘gila’. Di serial tersebut, Andrew sempat meraih penghargaan sebagai Best Supporting Actor di BAFTA TV Awards.

Damson Idris yang berperan sebagai sosok karyawan magang yang disandera juga tampil elegan. Rasa takut, frustasi dan kemudian berubah menjadi rasa iba, mampu disampaikan dengan baik melalui ekspresi dan dialog-nya. Tak hanya itu, hubungan Damson dan Andrew antara Penculik dengan sandera juga dibangun sangat ciamik. Hingga membuat sebagian penonton gemas dibuatnya.

Overall, episode Smithereens ini terbilang hampir tanpa cela. Jika, saja didukung oleh kualitas akting para pemeran pendukungnya yang memang terlihat kurang greget. Namun, seperti yang sudah saya bilang di awal segmen; ini merupakan episode terbaik buat saya. Dan rasa-rasanya, nilai 7,8/10 sangat pantas untuk Smithereens.

Rachel, Jack and Ashley Too

Review Black Mirror Season 5
Review Black Mirror Season 5 | Image source : imdb.com

Sinopsis Rachel, Jack and Ashley Too

Bisa jadi, Rachel, Jack and Ashley Too menjadi episode paling ditunggu-tunggu para penonton, termasuk saya. Alasannya tidak lain adalah hadirnya Miley Cyrus, bukan sebagai cameo atau pemeran pembantu, melainkan sebagai karakter utama-nya.

Rachel, Jack and Ashley Too bercerita tentang Seorang remaja bernama Rachel yang kesepian setelah ditinggal mati ibu-nya. Dia mencurahkan segalanya dengan mengidolakan bintang pop terkenal bernama Ashley O. Ashley O yang terlihat ceria dan begitu memotivasi para penggemarnya. Namun, nyatanya Ashley tak seperti terlihat di televisi. Dengan segala ketenaran dan popularitas yang dimiliki-nya Ashley merasakan depresi yang mendalam.

Suatu saat, pihak manajemen Ashley mengeluarkan merchandise berbentuk Robot mainan dengan artificial intelligence bernama Ashley Too. Rachel yang memang mengidolakan Ashley, lalu meminta mainan tersebut kepada ayahnya sebagai hadiah ulang tahun. Namun, robot tersebut ternyata menyimpan sesuatu rahasia yang tak terpikirkan oleh Rachel.

Episode ini disutradrai oleh Anne Sewitsky, sementara naskahnya ditulis oleh Charlie Brooker. Miley Cyrus memerankan sosok superstar Ashley O, Angourie Rice sebagai Rachel. Dan Madison Davenport memerankan sosok Jack, kakak Rachel.

Konsep ‘anyar’ dibalut Akting buruk Miley Cyrus

Konsep cerita di episode ini terbilang cukup ‘fresh’, jika dibandingkan dengan dua episode sebelumnya, bahkan dengan seluruh episode Black Mirror di season sebelumnya.

Plotnya dibuat cukup sederhana dengan dialog yang juga terbilang ‘standar’. Anne Sewitsky berhasil mengeksekusi Konfliknya dengan cukup baik. Premis-premis ‘tipis’ disampaikan dengan baik, hingga perlahan-lahan masuk kedalam konflik dan diakhiri dengan klimaks.

Namun, sayangnya kehadiran Miley Cyrus (yang memang jadi daya tarik utama) seperti sia-sia. Aktingnya boleh dibilang sangat berbanding terbalik dengan kualitas suaranya. Miley sama sekali tak berhasil menyampaikan rasa depresi yang menimpa seorang superstar kepada para penonton.

Yang justru cukup mencuri perhatian malah Angourie Rice yang memerankan sosok Rachel. Angourie berhasil membangkitkan emosi penonton dengan ekspresi dan gesturnya. Kesedihan yang mendalam, rasa kecewa dan hubungannya dengan Jack (kakaknya) terlihat sangat nyata. Membuat penonton mampu merasakan apa yang dia alami.

Buat saya Rachel, Jack and Ashley Too mungkin menjadi episode terburuk Black Mirror season 5 ini. Sepertinya Miley Cyrus cukup bertanggung jawab akan Rating, 6,0/10.

323 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail