Review Bloodshot, Visual Ciamik dengan Cerita Pasaran

Review Bloodshot – Spolier Alert!

Seorang prajurit bernama Ray Garrison tewas dalam tugas militernya. Ia kemudian dihidupkan kembali dengan teknologi baru dari Rising Spirit Technologies (RST). Yang menggunakan nanobot kedalam tubuhnya, menggantikan sel-sel darahnya yang telah mati.

Dengan teknologi nanobot tersebut, Ray bertransformasi menjadi prajurit yang sempurna dengan kemampuan menyembuhkan luka-luka (seperti Wolverine), bahkan mampu berinterkasi dengan ‘gadget’ (seperti Robocop). Namun, hal tersebut haru dibayar mahal, karena dalam prosesnya Ray harus menderita kehilangan ingatan total. Ray kemudian harus berjuang untuk menemukan jati dirinya, dengan bantuan dari KT (Eiza Gonz├ílez) seorang prajurit wanita yang bernasib sama dengannya.

Melalui ingatan-ingatan yang samar, Ray lalu berhasil mengetahui jika dia dan istrinya mati dibunuh. Ia lalu berusaha mencari orang yang telah membunuh istrinya dan membalas dendam. Nyatanya, Ray selama ini diperalat oleh Dr. Emil Harting (Guy Pearce) yang menggunakan Ray sebagai alat perang demi kepentingan pribadi Dr. Emil Harting. Saat tengah berusaha membunuh salah satu musuh Dr. Harting, Ray bertemu dengan Wilfred Wigans (Lamorne Morris) yang kemudian membeberkan semua informasi mengenai Dr. Harting kepadanya. Mengetahui hal tersebut, Ray kemudian berusaha mencari bukti-bukti yang menguatkan teori dari Wigans tersebut.

Baca juga : Review The Hunt, Horor Thriller penuh Komedi yang Jenaka

Dengan bantuan Wigans dan KT, Ray mendapati bahwa teori yang dikatakan Wigans benar adanya. Bersama-sama mereka lalu mulai memburu Dr. Harting. Namun, Dr. Harting nggak sendiri, ia juga memiliki sebuah tim yang berisi prajurit seperti Ray dan KT; Jimmy Dalton (Sam Heughan) yang memiliki kaki dan tangan robot serta Tibbs yang memiliki penglihatan ekstra.

What’s Good

Tak perlu diragukan lagi, efek visual yang dihadirkan di film Bloodshot luar biasa keren. Maklum, sang sutradara Dave Wilson merupakan seorang sinemator ulung. Dave sebelumnya sempat menukangi sinematik dari beberapa video game terkenal seperti; Halo 2, Mass Effect 2 dan BioShock Infinite.

Coba tengok saja bagaimana efek para nanobot yang berfungsi menggantikan darah milik Vin Diesel. Atau adegan pertarungan antara Ray dengan Dalton dan Tibbs diantara lift yang tengah terjun bebas dari gedung yang tinggi.

The Bad

Walaupun film ini naskahnya ditulis oleh Jeff Wadlow dan Eric Heisserer yang notabene merupakan penulis handal (Eric Heisserer merupakan penulis naskah untuk film Arrival dan The Thing). Namun sepertinya hal tersebut sama sekali nggak banyak membantu. Dialog-dialog yang muncul rasanya seperti nggak memiliki greget.

Begitu pula dengan plot ceritanya (adaptasi langsung dari versi komiknya) yang sepertinya digarap terlalu terburu-buru. Beberapa karakter seharusnya bisa di-explore lebih dalam, seperti sosok Dr. Harting yang nggak punya motivasi kuat untuk melakukan kejahatannya. Dan latar belakang KT yang cuma digambarkan melalui dua dialog singkat, padahal peran doi di film ini cukup penting lho.

Dan mungkin, gara-gara naskah dan plot cerota yang lemah, kualitas akting para pemerannya juga terkesan ‘standar’ dan biasa-biasa aja, nggak ada yang mencolok. Vin Diesel tampil apa adanya, nggak sebaik saat di franchise Fast & Furious, Guy Pearce yang biasanya tampil ciamik, di film ini juga tampil dibawah standar, begitu pula dengan Eiza Gonz├ílez.

So, buat kalian yang ingin mencari hiburan sekedar untuk memanjakan mata, sepertinya Bloodshot merupakan film yang tepat. Banyak adegan aksi yang keren dan efek visual yang memanjakan mata. Tapi, tentu saja jangan berharap kalian bisa mendapat cerita yang menohok hati atau akting pemeran yang membuat terkesima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *