Review Captain Marvel 2019

Film yang amat dinanti-nantikan oleh penggemar film superhero di seluruh dunia akhirnya dirilis! Film yang merupakan bagian dari Marvel Cinematic Universe ini disutradarai oleh Anna Boden dan Ryan Fleck, Sosok Captain Marvel (Carol Danvers) sendiri diperankan oleh Brie Larson (Room, Kong: Skull Island), didampingi oleh Samuel L. Jackson yang memerankan sosok Nick Fury muda. Well, berikut ini adalah sinospis danreview film Captain Marvel (2019)!

Sinopsis

Film dimulai dengan terbangunnya sosok Carol Danvers di planet Kree dengan kondisi kehilangan ingatan. Carol Danvers tergabung dalam sebuah tim yang beranggotakan Bron-Char, Minn-Erva, Att-las, Korath dan dipimpin oleh Yon-Rogg (Jude Law). Bersama mereka mendapatkan misi dari sang Supreme Intelligence untuk menyelamatkan mata-mata yang diculik oleh Ras Skrull. Skrull yang memiliki kemampuan untuk berubah bentuk menjadi apapun telah lama menebar teror dan saling berperang dengan bangsa Kree.

Di tengah misi Carol tertangkap oleh Bangsa Skrull yang dipimpin oleh Talos (Ben Mendelsohn). Saat ditangkap tubuh Carol diteliti sedemikian rupa hingga menimbulkan lompatan-lompatan memori pada ingatan Carol yang sebelumnya memang hilang. Carol lalu menyelamatkan diri dan kabur ke Bumi, bangsa Skrull pun mengejarnya hingga ke Bumi, dimana Carol akhirnya bertemu dengan Nick Fury dan mencoba memecahkan misteri tentang ingatannya yang hilang.

Review

Dari trailer-nya, banyak pihak yang menilai akting dari Brie Larson sebagai Carol Danvers kurang ‘menggigit’, namun ternyata banyak yang salah. Brie Larson, tampil ciamik dan berhasil menunjukkan woman empowering yang memang jadi salah satu alasan film ini di-launching pada tanggal 8 Maret (bertepatan dengan Hari Wanita Internasional). Brie mampu memberikan kesan bahwa karakter Carol Danvers merupakan karakter wanita yang kuat, secara emosi, mental dan fisik tentunya.

Yang nggak kalah ciamik adalah akting dari si gaek Samuel L. Jackson yang memerankan Nick Fury di zaman keemasannya (Baca: muda). Akting-nya Om Samuel nggak cuma ciamik namun juga sangat menghibur. Dia terlihat lebih muda, naif dan (ternyata) pecinta kucing. Fury juga merupakan sosok sumber jokes di film ini, hampir lebih dari setengah dialognya merupakan sebuah jokes. Memerankan sosok ‘lucu’ tentu saja nggak mengurangi kualitas akting dari Samuel L Jackson yang memang sudah terbukti.

Jalan ceritanya dibuat dengan plot maju-mundur, hampir setengah film dihabiskan hanya untuk memberikan beberapa premis kepada penonton. Dan ini merupakan premis yang terlalu lama untuk sebuah film superheroes, Penonton seperti dibuat terlalu lama bertanya-tanya tentang apa yang bakal terjadi selanjutnya, yang kemudian baru terjawab di pertengahan hingga akhir film. Tapi, kesabaran penonton seakan terbayar lunas, saat beberapa fakta yang terungkap nggak hanya tentang latar belakang si tokoh utama; Carol Danvers, melainkan juga latar belakang tokoh lainnya. Seperti, kenapa Nick Fury kehilangan sebelah matanya dan alasan terbentuknya The Avengers. Oiya, tidak ketinggalan, beberapa plot twist juga terdapat di film ini, yang satu diantaranya mungkin sangat mudah tertebak namun sisanya mungkin akan bikin sedikit ‘shocking’.

Penggunaan efek CGI-nya nggak perlu diperdebatkan lagi. Lihat saja bagaimana proses ‘de-aging’ pada Nick Fury yang keliatan ‘real‘ banget. Seakan-akan kita benar-benar tengah menonton salah satu film Samuel L Jackson di era 90-an dulu.

Film ini memamg seru! tapi, masih ‘kurang’ sempurna. Seperti yang sudah dibahas di paragraf atas; Premis yang terlalu lama ditambah menggunakan plot yang maju-mundur membuat penonton menjadi ‘sedikit’ kebingungan. Mungkin karena ini merupakan film Captain Marvel yang notabene part of the Marvel Cinematic Universe yang seakan punya jaminan kalau penonton nggak bakal ‘bosan’. Seandainya ini merupakan film-film drama/action ‘biasa’ bukan tidak mungkin bakal ditinggal kabur penonton sebelum filmnya usai.

Baca juga : Shazam!, Film Terbaik DC?

Beberapa plot hole juga masih terdapat di film ini, seperti motivasi perseteruan antara bangsa Kree dengan Skrull, yang kalau kita jabarkan bukan nggak mungkin akan menguak plot twist yang ada di dalam film (Jadi silahkan tonton sendiri ya).

Overall, Captain Marvel merupakan film yang sangat seru, namun sebagus Black Panther (kalau membandingkan dengan sesama film Marvel). Kalau memang nih film nanti bakalan dapat banyak penonton atau bahkan dapet penghargaan, kemungkinan karena strategi marketing Marvel yang memang keren banget atau karena efek CGI yang digunakan untuk de-aging beberapa karakter seperti Nick Fury dan Agen Coulson yang mendekati sempurna. Penilaian iCinema, sepertinya film ini dibuat hanya sekedar untuk menyempurnakan Avengers: Endgame dalam Marvel Cinematic Universe.

108302 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail