Review Childs Play, Film Adaptasi yang Cukup Menghibur

Chucky merupakan karakter horor klasik 80-an yang cukup melegenda. MGM bersama Orion Pictures akan mengangkat kembali kisah si boneka pembunuh tersebut ke layar lebar, dimana Mark Hamill akan mengisi suara sang boneka yang kini bernama Buddi.

Childs Play disutradarai oleh Lars Klevberg, sementara skenarionya di tulis oleh Tyler Burton Smith. Aubrey Plaza (Ingrid Goes West) dan Brian Tyree Henry (Atlanta) akan berbagi layar sebagai pemeran utama.

Dikisahkan Aubrey; seorang ibu yang memberikan sebuah boneka mainan sebagai hadiah ulang tahun kepada putranya; Andy (Gabriel Bateman). Tanpa mereka berdua ketahui ternyata boneka tersebut memiliki sifat dan karakter yang menakutkan. Di film originalnya, di kisahkan kalau Chucky si Boneka kerasukan roh sang pembunuh berantai sehingga berubah menjadi kejam dan menakutkan. Namun kali ini si boneka tidak kerasukan roh, melainkan sebuah boneka memiliki kode program yang cacat, sehingga tidak lagi memiliki AI (artificial intelligence) sesuai dengan program awalnya.

Trailer Childs Play

Sebelum menonton filmya, saya pikir versi baru film ini akan lebih baik dengan film-film sebelumnya. Plot dasarnya dibuat sangat berbeda dibanding film originalnya. Jika digarap serampangan bukan tak mungkin film ini akan dibenci para fans. Nyatanya, Child’s Play 2019 cukup menghibur.

Baca juga : Review Rumah Merah Putih, Kisah Ironi di Timur Indonesia

Latar belakang ‘muncul’nya Chucky menjadi faktor pembeda dengan film aslinya. Di film aslinya, boneka Chucky digambarkan kerasukan roh pembunuh berantai. Di film ini, Chucky diceritakan ‘menjadi’ jahat karena dua faktor, Teknologi dan campur tangan manusia. Evolusi konsep ini seakan mengikuti perkembangan jaman, bukannya tetap mempertahankan konsep lama yang bisa jadi terlihat usang, Tyler Burton Smith mampu membuatnya menjadi ‘cocok’ tayang di era milenial.

Mark Hamill sebagai pengisi suara Chucky tampil cukup elegan, walaupun sebelumnya banyak fans (termasuk saya) yang meragukan kualitas suaranya. Aubrey Plaza juga tampil cukup apik, namun masih jauh dari kata sempurna. Gabriel Bateman yang memerankan sosok Andy, tak disangka-sangka malah menjadi Show-stealer. Transisinya saat pertama bertemu dengan Chucky hingga proses adaptasi dan akhirnya takut, digambarkan dengan sempurna oleh Bateman.

Brian Tyree Henry juga sejatinya tampil lumayan oke, namun sayang porsi tampilnya kurang banyak. Dan yang terpenting adalah karakter yang dimainkannya tak terlalu memiliki banyak tujuan.

Untuk plot nya sendiri, tak terlalu mengesankan. Namun, masih dalam batas kewajaran yang lumrah. Tempo-nya dibuat sedikit lambat diawal, kemudian berangsur-angsur meningkat seiring dengan konflik yang muncul.

Overall, Child’s Play cukup menghibur. Sayangnya, walaupun ini film tentang boneka, anak-anak tak disarankan untuk ikut menonton, karena cukup banyak adegan kekerasan didalamnya. Rating dari saya: 6.5/10

755 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail