Review Cold Pursuit (2019)

Cold Pursuit (2019) adalah remake dari film Norwegia berjudul In Order of Disappearance (2014). Film ini kabarnya sempat menuai kontroversi karna isu rasisme yang ada dalam konten film ini. Dibintangi oleh Liam Neeson, dan didukung oleh cast lain seperti Laura Dern, Emmy Rossum, William Forsythe, dan Tom Bateman. Yuk, simak review film Cold Pursuit (2019) di bawah ini!

Cerita diawali dari seorang snowplow driver (supir mobil pembersih salju jalan) bernama Nels Coxman (Liam Neeson) di Kohoe. Coxman hidup bersama istri Grace (Laura Dern) dan anak semata wayangnya Kyle (Micheál Richardson). Semula kehidupan mereka berjalan sempurna, apalagi saat Nels mendapat penghargaan sebagai “warga terbaik” tahun ini. Namun, semuanya berubah saat polisi menemukan anaknya Kyle telah mati di jalan karena overdosis heroin. Keduanya merasa terpukul atas kejadian tersebut. Grace mulai meninggalkan rumah, sedangkan Nels memutuskan untuk bunuh diri karena yakin jika Kyle bukanlah seorang pecandu.

Ketika Nels memutuskan untuk bunuh diri, tiba-tiba teman kerja Kyle di bandara yang bernama Dante (Wesley MacInnes) muncul di garasinya dalam keadaan penuh darah dan lebam. Akhirnya, Dante menjelaskan kejadian sebenarnya bahwa Kyle tidak mati karna overdosis, tetapi dibunuh oleh bandar narkoba bernama Speedo (Michael Eklund). Saat Nels mengetahui hal tersebut, ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri dan bertekad untuk balas dendam.

Baca juga : review captain marvel

Nels mulai memburu para pelaku pembunuh anaknya,. Ia membunuh tiga orang drugs dealer (Speedo, Limbo, dan Santa) dan membuang jasadnya ke sungai. Penguasa kartel Trevor Calcote (Tom Bateman) atau yang lebih dikenal dengan nama Viking naik pitam dan kebingunan dengan tiga orang anak buahnya yang tiba-tiba menghilang. Ia menyangka ini adalah perbuatan dari  White Bull (Tom Jackson) yang merupakan pemilik kartel saingannya. Viking memutuskan untuk membunuh salah satu orang White Bull, dan mayatnya digantung dijalan. Namun naasnya, yang dibunuh oleh Viking adalah anak satu-satunya dari White Bull yang baru pertama kali menjalankan tugasnya. White Bull sangat murka dan bermaksud untuk membalas dendam kematian anaknya tersebut dengan membunuh anak dari Viking. Dari sinilah awal mula perang geng antara kedua kartel. Lalu bagaimanakah dengan Nels ? Dan bagaimana kelanjutan dari perang kartel ini ?

Film yang  disutradarai oleh Hans Petter Moland memberikan aksi laga dan thriller yang cukup banyak ala Liam Neeson. Walau terkesan film thriller, film ini juga memunculkan humor yang tidak terduga dalam beberapa adegan sehingga membuat cerita film ini tidak terlalu tegang di sepanjang film. Dan yang paling menarik adalah penyajian counting down nama korban yang sudah terbunuh diringi musik-musik minor. Jika suka dengan aksi “balas dendam” Liam Neelson, wajib untuk nonton film ini. Ditambah acting dari Tom Barteman serta Emmy Rossum sebagai penjahat dan polisi memberikan warna tersendiri untuk film ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *