Review Film 1917, Akting Brilian yang Dikemas Sinematografi Luar biasa

Review Film 1917 – Disutradarai oleh Sam Mendes, yang juga menulis naskahnya bersama dengan Krysty Wilson-Cairns (Showtime Penny Dreadful). Mendes sendiri sebelumnya sukses menyutradarai film bertema serupa berjudul Jarhead yang diperankan oleh Jake Gyllenhaal. Selain sebagai sutradara, Sam Mendes juga duduk di bangku produser bersama dengan Pippa Harris Jayne-Ann Tenggren, Callum McDougall dan Brian Oliver.

Film ini dibintangi oleh George MacKay dan Dean-Charles Chapman. Ada pula nama besar lain yang ikut andil di film ini, sebut saja Benedict Cumberbatch (Doctor Strange), Colin Firth (Mary Poppins Returns), Richard Madden (Game of Thrones) dan Mark Strong (Shazam!).

Review Film 1917

1917 berkisah tentang dua prajurit muda Inggris, Schofield (George MacKay) dan Blake (Dean-Charles Chapman). Menjelang akhir Perang Dunia Pertama, mereka berdua diberikan misi yang hampir mustahil. Mereka harus berlomba melawan waktu, dengan melintasi wilayah musuh, untuk menyampaikan pesan gencatan senjata kepada tentara sekutu. Konflik semakin menguat karena saudara lelaki Blake sendiri ada di antara tentara tersebut. Jika, Schofield dan Blake gagal, sangat besar kemungkinan, 1.600 prajurit sekutu akan dibantai pasukan Jerman, dan Saudara Blake ada diantaranya.

Baca juga : Review Knives Out, Film Misteri dengan Sisipan Komedi yang Anti Mainstream

Buat saya secara pribadi, ini merupakan salah satu film perang ‘terbaik’ yang pernah dibuat. Selain ‘keren’ film ini juga diproduksi dengan teknik yang unik. Tema tentang World War I sejatinya sudah ‘agak’ lama nggak diangkat menjadi tema utama dalam sebuah film. Dan dalam hal ini Sam Mendes mengeksekusi tema ini dengan sempurna.

Review Film 1917

Dengan teknik pengambilan gambar yang amazing dan didukung dengan anggaran produksi yang ‘sangat’ besar, Sam Mendes berhasil membawa kita sebagai penonton untuk merasakan petualangan perang yang mengerikan. Mungkin, nyaris sama mengerikannya dengan pendahulunya; Saving Private Ryan dan Thin Red Line.

Di film ini, Sam Mendes beberapa kali menggunakan teknik ‘single shot’. Coba perhatikan di scene-scene awal, dimana Scho dan Blake berjalan menyusuri parit, yes! Di scene tersebut Sam Mendes mengambil gambar hanya dengan sekali ‘take’. Teknik seperti ini tentu saja, memberikan sensasi yang luar biasa untuk para penonton, karena mampu semakin menambah realisme pada film, apalagi yang disajikan adalah film perang, dimana penonton nggak pernah tau gimana rasanya berada disana.

Untuk urusan alur cerita dan tempo-nya juga terbilang ciamik. Alur cerita dibuat maju, tanpa ada sedikit pun flashback atau time-line yang membingungkan. Tempo nya juga dibuat statis, sejak menit awal, penonton sudah disuguhkan ketegangan, walaupun belum ada bising peluru dan suara ledakan.

Review Film 1917

Akting George MacKay dan Dean-Charles Chapman juga terbilang luar biasa. Hal ini juga didukung oleh dialog yang berhasil membangun karakter masing-masing. Schofield (George MacKay) yang digambarkan cuek tapi ternyata begitu peduli dengan sahabatnya. Dan Blake (Dean-Charles Chapman) yang digambarkan gampang panik dan juga sangat bersemangat. Aktor lainnya, nggak begitu banyak ambil bagian. Benedict Cumberbatch dan Colin Firth hanya kebagian beberapa baris dialog yang membuatnya terlihat sebagai cameo.

Overall, Mulai dari akting, sinematografi dan konsep-nya, 1917 benar-benar berhasil membuatnya jadi salah satu ‘penantang’ Saving Private Ryan’ sebagai film perang terbaik. 1917 berhasil Mengaduk-aduk emosi penonton dengan membangun ketegangan, sedikit humor dan kemanusiaan menjadi satu.

75 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail