Review Film 27 Steps of May: 27 Langkah Pemulihan Korban Kekerasan Seksual Berdamai dengan Masa Lalunya

Tayang hampir bersamaan dengan film berkualitas dari perfilman Indonesia lainnya, yakni Kucumbu Tubuh Indahku. Film 27 Steps of May tayang di layar lebar Indonesia sejak tanggal 27 April 2019 lalu.

Seperti juga halnya dengan film Kucumbu Tubuh Indahku, 27 Steps of May sebenarnya telah diputar di berbagai festival film internasional pada tahun lalu, seperti Busan International Film Festival, Cape Town International Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, dan Bengaluru International Film Festival

Ada istilah twelve-step program, sebuah tahap-tahap panduan pemulihan masalah perilaku (behavioral problem). Di sini, karakter utamanya, yaitu May (Raihaanun) melalui 27 langkah pemulihan untuk berdamai dengan masa lalunya.

Film 27 Steps of May dibuka dengan cerita May (Raihaanun), saat ia pulang dari taman hiburan. Siswi berseragam SMP ini membawa boneka dan balon. Di tengah jalan, ia diperkosa beberapa pemuda.

Jelang malam, May pulang ke rumah dengan pakaian compang-camping. Ayah May (Lukman Sardi) yang tengah membuat taman di samping teras syok. Delapan tahun berlalu sejak tragedi itu, May dibayangi trauma hebat. Sementara ayahnya, melampiaskan amarah dan rasa bersalah di atas ring tinju.

Baca Juga: https://icinema.id/review-film-kucumbu-tubuh-indahku/

Interaksi May dan ayahnya sangat dingin. Sejak pemerkosaan itu, ia tak mengucap sepatah kata pun. Kalau pun ada komunikasi, hanya satu arah, dari ayahnya.

Suatu hari, May mendapati tembok di dinding kamarnya berlubang. Dari lubang itu, May melihat seorang pesulap (Ario Bayu) memainkan beberapa trik, dari menghilangkan koin hingga memunculkan burung merpati dari buku. Sejak itu, kehidupan May berubah. Ia mencicipi beragam emosi dari takut, takjub, marah, bahagia, dan cemburu.

Film 27 Steps of May pada hakikatnya mencoba berbicara tentang trauma, kesepian, rasa bersalah, dan pelampiasan yang sayangnya tak mampu menyelesaikan masalah. Trauma digambarkan dengan adegan kilas balik yang berkelebatan saat May bersentuhan dengan orang lain, bahkan ayahnya sendiri.

Sutradara Ravi Bharwani berhasil menyuguhkan trauma korban kekerasan seksual dalam sunyi. Ia membawa penonton menyelami rasa sakit sekaligus menyesakkan dari May yang menjadi korban kekerasan seksual.

Karya Ravi ini juga berhasil didukung oleh kualitas akting Raihaanun yang mampu menampilkan trauma psikologi hanya lewat gestur tubuh serta tatapan mata, sebagai May. Apresiasi yang sama pun diberikan kepada Lukman Sardi, pemeran Bapak, yang bisa menyuguhkan kegigihan untuk terus berada di sisi putrinya yang tengah terpuruk sembari menyembuhkan lukanya sendiri.

Di antara dua tokoh utama ini, karakter pesulap yang diperankan oleh Ario Bayu juga berhasil menjadi gambaran pentingnya pendampingan serta dukungan bagi para korban, peran yang tak hanya dibutuhkan dari seorang Bapak.

Tak sekadar menampilkan tangis yang berlarut, film 27 Steps of May juga menyuguhkan gambaran sulitnya proses untuk bangkit bagi korban kekerasan seksual. Oleh karena itu, 27 Steps of May merupakan film yang penting sekaligus patut untuk disaksikan.

Overall27 Steps of May layak diberikan rating sebesar 8.8/10 karena berhasil memotret bagaimana trauma serta pergulatan batin yang dialami korban kekerasan seksual lewat sebuah perjuangan yang berat.

20296 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail