Review Film Alive, Diangkat Dari Kisah Nyata para Penyintas Kanibal!

Alive merupakan film yang diangkat dari kisah nyata dari tahun 1972. Saat sekelompok tim rugby asal Uruguay yang terdampar di pegunungan Andes karena kecelakaan pesawat. Kisah tentang para penyintas yang harus bertahan selama 72 hari di neraka salju, kedinginan dan tanpa makanan.

Tim Rugby beranggotakan 45 orang asal Urugay tersebut rencana-nya akan bertanding ke Chile. Namun saat perjalanan Pesawat Air Force Flight 571 yang mereka tumpangi menabrak gunung dan jatuh.

Sebagian besar anggota tim meninggal akibat kecelakaan tersebut. Sementara mereka yang selamat mencoba bertahan dalam kondisi suhu sangat dingin dengan makanan yang tersisa. Seraya menunggu tim penyelamat datang.

Baca juga : Review The Babadook, Horor Eropa Terbaik!

Namun, tim penyelamat tak kunjung datang. Beberapa korban yang selamat dari jatuh-nya pesawat akhirnya meninggal karena luka-luka yang cukup parah. Tak sedikit pula yang meninggal karena kedinginan dan kelaparan karena kehabisan bahan makanan.

Hingga akhirnya para korban selamat yang tersisa memutuskan untuk memakan daging mayat kawannya yang telah meninggal hanya untuk bertahan hidup.

Review Film Alive

Kini mereka yang selamat harus mencari alat pemancar sinyal atau radio untuk meminta bantuan. Namun yang jadi masalah, radio tersebut terletak di belahan pesawat jatuh entah dimana. Sepuluh minggu kemudian, hanya enam belas dari empat puluh lima orang penumpang yang ditemukan dalam keadaan hidup.

Diangkat dari kisah nyata yang dibukukan

Alive disutradarai oleh Frank Marshall (Arachnophobia, Eight Below). Sementara naskahnya ditulis oleh John Patrick Shanley berdasarkan buku karya Piers Paul Read. Film ini dibintangi Ethan Hawke sebagai Nando Parrado, Vincent Spano sebagai Antonio Balbi dan Josh Hamilton sebagai Roberto Canessa.

Review Film Alive
Foto asli tim rugby Atas (Kiri ke kanan): Nanda Parrado, Chad Willet, David Kriegel, Vincent Spano, Jason Gaffney, Kevin Breznahan, John Newton, Ethan Hawke. Bawah (kiri ke kanan): David Cubitt, Jake Carpenter, Michael Woolson, Silvio Polio, Josh Lucas, Josh Hamilton)

Plot ceritanya dibuat cukup sederhana. Tak banyak teknik permainan plot yang digunakan oleh sang sutradara. Ini dibuat untuk menghindari penonton kebingungan. Namun, hal ini ternyata menjadi bumerang karena mengakibatkan plot berjalan sangat lambat dan membuat penonton sedikit kebosanan.

Hal tersebut lalu terbayarkan saat film memasuki pertengahan. Dimana saat ditampilkan adegan kanibalisme. Hal ini tentu saja kembali membangkitkan ‘semangat’ penonton yang sempat meredup di awal film.

Review Film Alive
Foto yang diambil tim penyelamat saat para penyintas pertama kali ditemukan

Sebagai tokoh utama, kualitas akting Ethan Hawke boleh dibilang nyaris sempurna. Penggambaran karakter Nando Parrado sebagai sosok ‘pemimpin’ yang harus bertanggung jawab terhadap para teman-temannya dimainkan dengan penuh penjiwaan. Namun, tak hanya Ethan yang terlihat superior. Josh Hamilton juga tampil cukup apik, mungkin jika diberikan porsi tampil yang lebih, bukan tak mungkin Hamilton akan terlihat se-ciamik Ethan Hawke.

Overall, walaupun ini adalah film yang cukup lawas. Tak ada salahnya untuk kalian coba tonton. Bagi kamu yang sudah menonton, yuk share pendapatmu di kolom komentar dibawah.

Oiya, karena Film Alive ini memiliki rating ‘R’ dan banyak berisi adegan penuh darah juga kanibalisme. So, jangan ajak anak-anak untuk menonton bersama ya!

Review Film Alive – Review Film Alive Indonesia

1614 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail