Review Film Bebas: Nostalgia Hangat Tentang Persahabatan yang Tak Lekang oleh Usia

Review Film Bebas – Setelah terakhir menggarap film Kulari Ke Pantai di tahun lalu, rumah produksi Miles Films kembali lagi di tahun 2019 ini. Duet produser Mira Lesmana dan Sutradara Riri Riza kali ini membuat adaptasi film Korea, Sunny yang dibuat dalam versi Indonesia dengan judul Bebas.  

Masih mengangkat cerita yang sebagian besar serupa dengan Sunny, Bebas mengangkat kisah pertemanan sekelompok anak SMA yang terpisah selama puluhan tahun dan kembali bertemu karena sebuah alasan.

Film Bebas bercerita tentang Vina (Marsha Timothy) yang tergerak untuk mengumpulkan teman-teman lamanya setelah tak sengaja bertemu dengan Kris (Susan Bachtiar), si ketua geng saat mereka masih berseragam putih abu-abu.

Kris yang dulu tangguh, kini terbaring di rumah sakit, hanya punya waktu dua bulan sebelum ajal menjemput.



Atas permintaan Kris yang ingin bertemu lagi dengan anggota geng Bebas, Vina punya kegiatan baru di luar rutinitasnya yang itu-itu saja. Orang pertama yang dia temukan adalah Jessica (Indy Barends), agen asuransi yang kinerjanya membuat dia jadi bulan-bulanan di kantor.

Bersama Jessica, mereka menyewa bantuan detektif untuk mencari tiga anggota lainnya, Jojo (Baim Wong), Gina (Widi Mulia), dan Suci.

Seiring perjalanan Vina mencari kawan-kawan baiknya, ingatannya mundur ke tahun 1995 ketika dia baru pindah dari Sumedang ke Jakarta.

Baca juga : Review Film Twivortiare: Chemistry Akting Menawan Raihaanun-Reza Rahardian yang Ditutup Ending Klise

Sebagai anak Sunda yang baru beradaptasi di kalangan remaja gaul Jakarta, Vina (Maizura) yang masih lugu mengalami gegar budaya, tapi akhirnya bisa berbaur dengan geng yang digawangi oleh Kris (Sheryl Sheinafia), Jessica (Agatha Pricilla), Gina (Zulfa Maharani) dan Jojo (Baskara Mahendra).

Pun ada Suci (Lutesha) yang awalnya bersikap dingin cenderung masa bodo pada kehadiran Vina sebagai bagian baru gengnya. Benih-benih cinta monyet muncul ketika Vina bertemu dengan Jaka (Kevin Ardilova), teman dari kakak Jessica, yang kehadiran membuat teman-teman di geng Bebas ikut merona.

Cerita berganti-ganti dari masa kini ke masa lalu, memperlihatkan secuplik kehidupan sekolah masa 1990-an yang belum disusupi teknologi canggih. “Bebas” mengingatkan lagi seperti apa kebahagiaan remaja dua dekade lalu saat Internet belum mewabah.

Banyak hal yang menjadi hits beberapa waktu lalu seperti penggunaan slang yang pernah populer misalnya ‘bahasa G’, gelang yang dibuat dari lilitan kain, kue kepang, stiker majalah anak-anak Bobowalkman, bahkan telepon bergembok membuat nuansa ’90-an dalam film Bebas semakin kental.

Belum lagi, detail-detail fashion seperti rambut shaggy Gina yang terinspirasi dari karakter Rachel di serial “Friends” juga sepatu sekolah Vina merek Kasogi yang diledek teman-temannya. 

Selalu menyenangkan menyaksikan film produksi dari Miles Films karena selalu bisa menyajikan karakter yang kuat. Sedikit kembali ke masa lalu, karakter para remaja yang mengisahkan cinta dan persahabatan dalam film Bebas bisa dibilang sedikit mengingatkan dengan vibes film Ada Apa dengan Cinta yang pertama.

Meski mengusung cerita film adaptasi dari Korea, kekuatan karakter ini yang menjadi kunci di sepanjang film (terutama karakter para tokoh utamanya saat remaja).

Jika film Sunny mengusung setting tahun untuk adegan flashback masa remaja para karakternya di kurun waktu tahun 1980-an, film Bebas justru mengambil setting waktu flashback di tahun 1990-an.

Pilihan tahun 1995-1996 didasarkan pada pemikiran bahwa periode tahun tersebut adalah puncak dari kultur budaya pop remaja Indonesia sebelum mengalami krisis moneter dan kerusuhan tahun 1998.

Berlatar tahun 1995-1996, Bebas melukiskan kehidupan keluarga yang sedikit banyak terpengaruh oleh pergolakan di akar rumput itu. Kakak Vina adalah seorang mahasiswa yang membenci pemerintah korup dan melarang adiknya menggunakan “produk kapitalis”, di saat ayah mereka bekerja untuk pemerintah.

Bebas mencoba menyampaikan kritik pada mahasiswa yang dulunya turun ke jalan, akan tetapi akhirnya korup dan oportunis setelah punya jabatan. Dalam film Bebas diperlihatkan pada sosok kakak Vina yang awalnya mahasiswa kritis kemudian menjadi lupa daratan ketika memegang jabatan.

Karena naskah film Bebas ini dibuat oleh Gina S. Noer, tak heran banyak juga isu-isu seputar masalah perempuan yang coba untuk disisipkan. Hebatnya, Gina mampu menyampaikan semua sindiran tersebut dengan santai, namun tetap sasaran.

Gina juga menyampaikan sindiran yang sama dengan film debutnya sebagai sutradara yaitu Dua Garis Biru, ketika pihak sekolah mengeluarkan seluruh anggota Geng Bebas dari sekolah akibat kejadian yang menimpa Suci.

Musik-musik yang hadir dalam film Bebas juga tampaknya dipilih secara detail agar betul-betul mewakili cerita. Sejak awal, kita yang pernah hidup di masa tersebut akan familiar mendengar kumpulan lagu-lagu lawas yang timeless dalam film tersebut.

Lagu seperti “Bidadari” dari Andre Hehanusa, “Cukup Siti Nurbaya” dari Dewa 19, “Cerita Cinta” dari Kahitna, “Sendiri” dari Chrisye dan tentu saja “Bebas” dari Iwa K sebagai lagu tema tentu akan membawa kita kembali bernostalgia.

Baca juga : Review Film Gundala: Pembukaan yang Menarik Bagi Jagat Sinema Bumilangit

Berbeda dengan Sunny, di dalam geng Bebas punya satu anggota laki-laki, sebuah perbedaan nyata dari film orisinalnya. Selain itu, ada satu karakter dalam film Sunny yang turut dihilangkan pada Bebas.

Hal ini cukup disayangkan karena meski hanya sebagai karakter pendukung di film Sunny, namun ia punya background story yang mampu menyayat hati dan banjir air mata.

Kekurangan lainnya sebenarnya ada di faktor non-teknis, karena sineas Riri Riza yang kesulitan mengeksekusi film dengan tingkat presisi maksimal untuk mendapat setting latar tahun ‘90-an.

Hal ini terlihat dari terbatasnya lokasi yang menggambarkan suasana tahun ’90-an di Jakarta sehingga adegan wide shot eksterior menjadi sangat minim, terutama saat adegan tawuran dan kejar-kejaran di dalam mal.

Overall, Bebas layak diberikan rating sebesar 8.2/10 karena berhasil lepas dari versi aslinya dan mempunyai ciri khas tersendiri yang mampu dinikmati oleh semua generasi ketika menontonnya.

93 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail