Bone Tomahawk, Paduan Western-Horor yang Bikin Meringis

Review Film Bone Tomahawk

Bone Tomahawk merupakan film western-horror karya sutradara S. Craig Zahler yang juga merangkap sebagai penulis naskahnya. Dan dibintangi oleh Kurt Russell, Patrick Wilson, Matthew Fox dan Richard Jenkins.

Filmnya sendiri berkisah tenyang 4 orang pria yang terdiri dari; Sheriff Hunt (Kurt Russell), Arthur (Patrick Wilson), Deputi Chicory (Richard Jenkins) dan seorang pembunuh bayaran bernama Brooder (Matthew Fox), mereka bersama-sama pergi melakukan misi pengejaran terhadap suku Indian kanibal yang berhasil masuk ke kota kecil mereka lalu menculik beberapa warga. Salah satu yang diculik oleh suku Indian kanibal tersebut adalah istri Arthur; Samantha (Lili Simmons) dan Deputy Nick (van Jonigkeit).

Berawal dari datang seorang pengelana asing yang mencurigakan ke kota kecil bernama Bright Hope yang dipimpin oleh Sheriif Hunt. Pengelana asing tersebut ternyata merupakan seorang bandit yang sebelumnya lolos dari buruan suku Indian kanibal Troglodytes. Melihat gelagat aneh dari bandit tersebut, Sheriff Hunt kemudian menangkapnya dan memasukkannya kedalam penjara yang berada dikantor Sheriff.

Review Film Bone Tomahawk

Saat proses penangkapan, si Bandit tertembak oleh Sheriff Hunt dan tak sadarkan diri begitu tiba di penjara. Sheriff lalu memanggil Samantha, seorang dokter kota tersebut untuk melakukan operasai kecil; mengeluarkan peluru di tubuh si Bandit. Ditemani oleh Deputy Nick, Samantha mulai mengobati si bandit yang pingsan, sementara Sheriff Hunt pulang kerumah untuk beristirahat.

Keesokan paginya, Sheriff Hunt mendapati tak ada siapapun dikantor sherif, bahkan didalam sel penjara. Ditemukan sebuah anak panah yang ditengarai milik suku Indian, mereka semua berasumsi bahawa Samantha, Deputy Nick dan si Bandit telah diculik. Sheriff kemudian memanggil seorang Indian untuk mengidentifikasi suku Indian mana yang memiliki anak panah tersebut. Si Indian kemudian bercerita kalau anak panah tersebut merupakan milik suku Indian bernama Troglodytes, yang terkenal sebagai suku bar-bar terasing dan juga merupakan suku Kanibal yang memangsa sesama manusia.

Sheriff Hunt bersama dengan Arthur (Suami Samantha), Deputi Chicory dan Brooder kemudian bergegas untuk melakukan pengejaran. Ditengah-tengah pengejaran, saat mereka beristirahat kuda-kuda mereka dicuri oleh gerombolan bandit. Akibatnya, Sheriff Hunt dan kawan-kawan harus melanjutkan misi pencarian dengan berjalan kaki. Masalah lalu muncul, karena Arthur sebenarnya tengah mengalami cedera kaki, sehingga tak mampu melanjutkan misi pencarian bersama yang lain.

Deputi Chicory berhasil memberikan obat bius ke Arthur kemudian mengobati kakinya. Sementara, Arthur pingsan akibat obat bius, Sheriff Hunt, Brooder dan Deputy Chicory melanjutkan pencarian.

Review Film Bone Tomahawk

Baca juga: Review 1 BR, Film Horor Thriller yang Kurang Begitu Meneror

Setelah berjalan selama beberapa hari; Sheriff Hunt dan kawan-kawan berhasil melacak tempat persembunyian suku Troglodytes. Naasnya, Brooder harus mati saat berusaha untuk masuk ke persembunyian suku kanibal tersebut, sementara Sheriff Hunt dan Chicory pingsan lalu berhasil ditangkap.

Sheriff Hunt dan Chicory akhirnya bisa bertemu dengan Samantha dan Nick, walaupun pertemuan mereka terjadi didalam ‘kurungan’ suku Troglodytes. Tak lama setelah itu, Sheriff Hunt harus kehilangan deputi-nya; Nick, yang dibunuh lalu dimakan oleh suku Troglodytes didepan matanya sendiri.

Nah, sisa ceritanya silahkan ditonton sendiri ya!

Review Film Bone Tomahawk

Bone Tomahawk merupakan debut bagi sutradara S. Craig Zahler. Melalui debutnya ini Zahler nyatanya mampu menghadirkan jenis film anti mainstream (Tahun 2015, Hollywood bertema sci-fi dengan teknologi CGI) yang gokil abis!

Walaupun premis film ini bisa dibilang nggak begitu original (sebelumnya, film bertema Western Koboi banyak bertebaran di Hollywood). Namun, Zahler mampu mengemas-nya dengan baik. Yang cukup menonjol dari Bone Tomahawk adalah naskah-nya. Dialog-dialog yang ditampilkan terdengar sangat detail dan pas dengan para karakter di film.

Akting para pemerannya juga patut diacungi jempol. Masing-masing aktor mampu menjiwai karakternya dengan sangat baik. Kredit tersendiri patut disematkan ke Richard Jenkins yang memerankan karakter Deputi Chicory. Akting Jenkins di Bone Tomahawk mampu menghadirkan suasana yang cair ditengah-tengah ketegangan yang dibangun oleh serius-nya karakter-karakter lainnya.

Review Film Bone Tomahawk

Yang cukup menarik perhatian gua selanjutnya adalah detail pada hal-hal kecil didalam film. Coba saja tengok bagaimana kotornya pakaian para pemain yang terlihat seperti ‘nggak’ dibuat-buat. Nggak salah akhirnya Bone Tomahawk berhasil meraih penghargaan best costumes di ajang Fright Meter Awards tahun 2015.

Adegan-adegan sadis, seperti memotong tengkorak dan membelah tubuh manusia juga menjadi nilai plus tersendiri, apalagi buat penggemar film-film gore seperti gua. Intensitas penyajian adegan sadis-nya terbilang pas, nggak terlalu banyak hingga bikin penonton meringis, namun juga nggak terlalu sedikit yang bikin penonton penasaran.

Buat kalian yang bosan menonton film dengan genre yang itu-itu saja, kalian bisa coba menonton film ini. Campuran genre Wester-Koboi dan kanibalisme yang amat menghibur. Ya walaupun, mungkin buat kalian penggemar film koboi bakal sedikit kecewa karena sedikitnya adegan tembak-tembakan di film ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *