Review Film Ghost Writer: Horor Komedi dengan Plot Terburu-Buru Namun Tetap Menyenangkan Disaksikan

Review Film Ghost Writer
Review Film Ghost Writer

Satu lagi komika yang merambah karier sebagai sineas perfilman. Adapun, Bene Dion Rajagukguk yang sebelumnya dikenal telah sebagai penulis berbagai film seperti Stip & Pensil, The Underdogs, Warkop DKI: Reborn dan Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur yang akan mengawali karier penyutradaraannya dengan film berjudul Ghost Writer.

Film yang juga naskahnya masih ditulis sendiri olehnya ini diproduksi oleh Starvision Plus dan diproduseri oleh Ernest Prakasa.

Film yang dibintangi oleh Tatjana Saphira, Ge Pamungkas, Endy Arfian, Deva Mahenra dan Asmara Abigail ini dirilis dalam momen libur lebaran dan akan bersaing dengan beragam film lokal lainnya seperti Si Doel The Movie 2, Hit & Run, Single Part 2, serta Kuntilanak 2.

Sinopsis Film Ghost Writer

Adapun, film Ghost Writer bercerita tentang Naya (Tatjana Saphira), seorang penulis novel sukses yang hidup bersama adiknya, Darto (Endy Arfian) memutuskan untuk pindah ke rumah kontrakan baru yang lebih murah dan terlihat menyeramkan.

Naya yang sedang galau karena naskah novel barunya tidak disetujui makin bingung karena sinopsis cerita barunya pun ditolak penerbit. 

Naya terpaksa melakukan itu mengingat nominal royalti dari novelnya mulai mengecil sehingga harus mengakali keuangannya.

Rumah milik bapak Djarot (Slamet Rahardjo)itu ternyata menyimpan misteri kelam dari hantu penunggu rumah yang kerap mengganggu Naya dan Darto. Buku harian di atas plafon rumah yang Naya temukan adalah pemicunya.

Review Film Ghost Writer

Vino (Deva Mahenra), pacar Naya yang ikut meeting pun buru-buru menceritakan soal isi buku harian yang Naya temukan. Penerbit pun tertarik dan menyetujui cerita itu.

Selepas meeting tersebut, gangguan hantu terhadap Naya dan Darto makin hebat. Hingga di satu momen saat memegang buku harian, Naya bisa melihat hantu Galih (Ge Pamungkas) yang tidak terima kisah hidup di buku hariannya ditulis ke dalam bentuk novel.

Naya yang awalnya takut merasa Galih bukanlah ancaman dan mencoba merayu Galih supaya mau kisah hidupnya dipindahkan ke dalam novel.

Persahabatan Galih dan Naya pun terjalin, mereka mulai menulis bareng. Semua berjalan lancar bagi Naya, sampai sesosok hantu perempuan bernama Bening (Asmara Abigail) merecoki dan marah-marah karena tidak setuju dengan keputusan Galih.

Nyawa Naya dan Darto pun terancam oleh hantu Bening yang ganas dan memiliki motivasi misterius.

Review Film Ghost Writer

Baca Juga: Review Film Kuntilanak 2: Balutan Drama yang Membuatnya Sedikit Lebih Baik dari Film Pertamanya

Plot-nya Dibuat Terburu-buru

Membaca dari judulnya saja, film Ghost Writer seperti menjelaskan ini merupakan gambaran dari film horor. Benar, tidak ada yang salah. Namun, secara keseluruhan film Ghost Writer lebih tepat dikatakan sebagai film yang bergenre horor komedi.

Rangkaian alur cerita dalam film Ghost Writer sebenarnya dibuat dengan baik. Hanya saja ada beberapa plot yang terasa kurang pas dan terkesan terburu-buru.

Akan tetapi entah kenapa terkesan serba tanggung. Apalagi ternyata bagian akhir film ditambahkan genre lain, yaitu drama keluarga yang terasa muncul tiba-tiba.

Meski begitu, kualitas akting dari Tatjana Saphira dan Endy Arfian patut diapresiasi. Tatjana kali ini bermain agak sedikit di luar zona nyamannya.

Naya ditampilkan sebagai penulis yang apa adanya, tidak menggunakan make up berlebihan dan terlihat lebih natural kesehariannya. Sementara Endy sukses berperan sebagai anak kelas 9 yang penakut dan cengeng.

Selain itu, peran Ge Pamungkas dan Asmara Abigail sebagai hantu pun cukup menarik perhatian. Sebuah peningkatan bagi Asmara Abigail, mengingat banyak kritik yang dialamatkan kepada kualitas aktingnya di dalam film Sekte yang rilis beberapa minggu sebelumnya.

Keunggulan lainnya, part jumpscare dalam film Ghost Writer tidak terlalu banyak, kehadirannya pun efektif memancing komedi saat pemain yang ditakut-takuti bereaksi konyol. Pintarnya lagi reaksi-reaksi konyolnya digali sedemikian rupa sehingga tidak repetitif.

Review Film Ghost Writer
Review Film Ghost Writer

OverallGhost Writer layak diberikan rating sebesar 6.6/10 karena cukup menyenangkan dijadikan tontonan bersama keluarga di momen libur Lebaran kali ini.

575 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail