Review Film Koboy Kampus: Nasionalisme Absurd Ala Pidi Baiq yang Tertolong Akting Jempolan Jason Ranti

Selepas meluncurkan karya fenomenalnya: Dilan, Pidi Baiq mengeluarkan film semi biopik tentang dirinya dan band The Panas Dalam. Film berjudul Koboy Kampus produksi 69 Production bersama MNC Pictures ini disutradarai oleh Pidi Baiq sendiri dan Tubagus Deddy.

Film Koboy Kampus ini mengisahkan tentang masa-masa kuliah Pidi serta terciptanya Negara Kesatuan Republik Panas Dalam. Hadir dengan komedi yang absurd khas novel Drunken Series yang ditulis Pidi Baiq sendiri.

Pidi (Jason Ranti), mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) semester banyak di periode tahun 1995-1998 resah dengan banyaknya demo terhadap pemerintah yang dilakukan rekan-rekannya.

Alih-alih ikut demo, keresahannya itu Pidi tuangkan untuk membentuk negara sendiri bersama teman-teman satu jurusan dengannya.

Pidi bersama Ninuk (Ricky Harun), Dikdik (Miqdad Addausy), Erwin (David John Schaap) serta Deni (Bisma Karisma) menamakan negara mereka sebagai negara The Panasdalam.

Baca Juga: https://icinema.id/review-film-indonesia-ikut-aku-ke-neraka/

Berbagai kejadian lucu dan absurd selama mereka membuat negara ditambah hubungan asmara para warga negara The Panasdalam seperti Ninuk yang naksir anak baru Santi (Christina Colondam) dan Rianto (Anfa Safitri) yang ingin nembak Nia (Vieny JKT48). 

Kelucuan-kelucuan tersebut dibarengi dengan kesibukan Pidi yang ingin mengudeta organisasi KSMR ITB.

Layaknya Iqbal Ramadhan dalam filmJason Ranti yang memerankan Pidi Baiq dipilih langsung oleh sang Pidi Baiq sendiri. Meski terhitung sebagai debut filmnya di layar lebar, Jeje (sapaan akrab Jason Ranti) mampu menampilkan kualitas akting mengagumkan.

Jeje tampak menyatu dengan celetukan-celetukan absurd khas Pidi Baiq.

Secara teknis, film Koboy Kampus cukup baik menangkap nuansa tahun 1990-an. Sinematografi film juga memiliki tone yang cukup baik dengan beberapa shot menarik dan artistik. Desain tata suara film ini sangat smooth menghantarkan dialog ke arah nyanyian, dan sebaliknya. 

Hanya saja, lagu-lagu milik band The Panasdalam yang dimainkan di dalam film ini terasa terlalu banyak dan mengganggu rangkaian cerita. Selain itu, sebagian scene tidak mendapatkan irama yang semestinya. Terkadang terasa langsung dipotong dengan pace yang terburu-buru.

Baca Juga: https://icinema.id/review-dilarang-menyanyi-di-kamar-mandi/

Ada lagi scene yang sebenarnya punya pesan mendalam justru langsung dipotong ke adegan berikutnya yang memiliki nuansa sangat berbeda. Penonton pun tidak mendapatkan waktu untuk memahami pesan yang dimaksud.

Meski begitu, patahan dalam bentuk komedi masih mampu memberikan hiburan tersendiri. Terbukti dengan penonton yang terkekeh atau tersenyum pada beberapa kesempatan.

Dialog-dialog yang tak terpikirkan namun mengena tersaji. Dan tak terasa, kita sudah dibawa ke penghujung cerita yang ditutup dengan cukup apik.

Overall, Koboy Kampus hanya mendapatkan rating sebesar 6.5/10 karena pemotongan adegan yang cukup mengganggu dan cerita cenderung flat namun tertolong dengan penampilan akting mengagumkan dari seorang Jason Ranti.

150 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail