Review Film Kutuk: Horor Yang Jauh Dari Kata Seram dan Tidak Logis

Review Film Kutuk – Belakangan ini, Shandy Aulia menjadi aktris langganan film horor Indonesia dimulai dari Rumah Kentang (2012) hingga Perjanjian Dengan Iblis di awal tahun 2019 ini. Shandy Aulia tercatat telah membintangi 8 film horor sejauh ini.

Kali ini, Shandy Aulia pun mencoba melakoni produser sekaligus penulis cerita dalam film yang juga ia bintangi, yakni Kutuk. Diproduksi oleh MD Pictures, Kutuk disutradarai oleh Rudy Aryanto untuk film horor kesembilan dari Shandy Aulia ini.

Review Film Kutuk

Film Kutuk berkisah tentang Maya (Shandy Aulia) baru saja mulai bekerja di sebuah panti jompo yang dipimpin oleh kepala panti bernama Elena (Alice Norin) dengan supervisi dari dokter Sean (Stuart Colin).

Baca juga : Review Film Ikut Aku Ke Neraka: Horor yang Cukup Mencekam Namun Lemah Penokohan

Tidak hanya kesulitan untuk menghadapi perawat senior Gendis (Vitta Mariana), Maya juga dihadapkan pada kejadian-kejadian aneh saat ia dihantui oleh seorang hantu perawat.

Peristiwa aneh yang mengusik Maya pun mengganggu kinerjanya. Tidak tinggal diam, Maya pun bertanya kepada Elena yang hanya memberi saran agar Maya lebih rileks dan menenangkan diri saja.

Tidak puas dengan jawaban Elena, Maya juga bersusah payah bertanya kepada pemuda yang kos di dekat panti, Reno (Bryan McKenzie). 

Dari Reno pun Maya tidak menemukan jawaban memuaskan. Sampai akhirnya teror hantu makin mengganas dan membuat Maya harus berbuat nekad demi mengungkap misteri yang tersimpan di panti jompo terkutuk tersebut.

Review Film Kutuk

Kepercayaan diri Shandy Aulia untuk menjadi produser, penulis naskah, sekaligus bintang utama dalam film horor kesembilannya ini sepertinya berujung kegagalan. Dari awal film, plotnya dibangun sangat “kedodoran”.

Ambil contoh, di adegan awal sudah ada keanehan yang tampak. Ketika mau mengajukan diri untuk bekerja sebagai suster, Maya (harusnya) enggak tahu apakah dirinya diterima atau tidak.

Yang bikin heran, Maya sudah membawa tas berisi baju dan perlengkapan lainnya seakan sudah pasti diterima bekerja. Selain itu, di sepanjang film tidak ada narasi yang menguak latar belakang sang protagonis.

Belum lagi, jump scare enggak berkesan kembali terlihat di KutukBuild up yang dilakukan sebelum memberikan efek kejut kurang dipersiapkan dengan matang.

Review Film Kutuk
Review Film Kutuk

Efeknya, penonton hanya dibuat kaget dengan kemunculan sosok horor secara tiba-tiba ditambah efek suara yang memekakkan telinga.

Secara audio, musik yang digubah Aghi Narottama(Pengabdi Setan, Kafir) entah kenapa kurang terasa horor di beberapa bagian, utamanya di beberapa adegan jump scare.

Terakhir, Kutuk ini dirusak oleh akhir film yang sangat tidak masuk akal. Tercatat dua bagian krusial dalam film yang secara logika kurang masuk akal.

Pertama, soal twist. Pelintiran cerita soal apa yang terjadi dan siapa yang jahat sebenarnya tidak ada masalah, hanya saja apa yang dilakukan si pelaku sangat di luar kewajaran dan terlalu aneh.

Adegan kedua adalah saat interview di penghujung film. Sungguh di luar kewajaran saat melakukan interview dan memasang “benda” di bangku samping pewawancara.

Review Film Kutuk
Review Film Kutuk

Overall, Kutuk cuma pantas diberikan rating sebesar 3.5/10 karena naskah cerita yang cenderung “busuk”, jump scare asal-asalan, serta twist di luar logika.

639 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail