Review Film Makmum: Horor Penuh Jump Scare yang Lumayan Meski Ditutup Mengecewakan

Review Film Makmum – Awalnya, saya mengenal Makmum sebagai film pendek berdurasi 7 menit (sekarang masih dapat kamu saksikan di YouTube). Di tahun ini, film pendek yang disutradarai oleh Riza Pahlevi mendapatkan kesempatan dibuatkan versi panjangnya di layar lebar.

Film Makmum versi layar lebar ini disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu (Jaga Pocong, Malam Jumat The Movie) dan naskahnya ditulis Alim Sudio serta Vidya Talisa Ariestya.

Namun, yang paling mengejutkan bagi saya justru ketika mendengar siapa produser film ini. Jeng…Jeng, produser film Makmum ialah The One and Only, KK Dheraj!

Nah, kira-kira seperti apakah hasilnya film Makmum yang diproduseri oleh KK Dheraj, produser yang menghasilkan karya-karya “ajaib” seperti Mr. Bean Kesurupan Depe, Genderuwo, ataupun Skandal Cinta Babi Ngepet ini? Mari kita simak sinopsisnya terlebih dahulu!

Film Makmum berkisah tentang Ibu Kinanti (Jajang C. Noer) yang kesulitan untuk mengurus asrama karena usianya sudah semakin menua. Jalan satu-satunya adalah mengajak kembali Rini (Titi Kamal) untuk mengurus asrama.

Rini yang terbiasa mengurus jenazah akhirnya bersedia mengurus asrama tersebut. Awalnya semua baik-baik saja, sampai pada akhirnya tiga anak sering mengeluh bahwa mereka tidak dapat hidup dengan tenang.

Sesosok yang selalu berbisik dan mengganggu mereka ketika ibadah Salat. Rini yang awalnya tak mengubris kemudian berada pada posisi yang sulit.

Baca juga : Review Film Instant Family: Film Komedi Keluarga yang Heartwarming

Ketika Salat, bisik-bisik halus suara selalu mengikutinya. Setiap kali bacaan salat diucapkan, Rini selalu mendengar suara bisikan itu menggemar di telinganya.

“Makmum” ini sebutan bagi makhluk halus ini. Hanya saja, makhluk halus ini tidak hanya terus menganggu. Namun, kini mulai mengancam nyawa setiap penghuni asrama itu sendiri.

Termasuk Rini yang tak hanya harus mengurus asrama dan anak-anak, namun kali ini harus berhadapan dengan makhluk mengerikan yang menguntitnya ketika beribadah.

Jujur saja, ekspektasi saya tidak begitu tinggi dengan film Makmum (apalagi setelah tahu diproduseri oleh KK Dheraj). Namun, Makmum sepertinya menjadi satu-satunya film yang cukup lumayan “bisa” disaksikan dibandingkan karya-karya lain dari KK Dheraj.

Makmum mampu menghadirkan kadar kengerian yang cukup lumayan. Sama seperti film pendeknya, Makmum masih bermain dengan trik jump scare yang ajaibnya tetap berhasil membuat para penonton menjerit kaget.

Hal ini sepertinya ditolong oleh efek suara yang dihadirkan mampu mendukung unsur ketegangan dalam film.

Selain itu, seperti di Jaga Pocong, Hadrah Daeng Ratu sebagai sutradara tampaknya gemar bermain dengan lokasi yang terbatas sehingga adegan-adegan dapat dibangun dengan intens.

Pengemasan beberapa adegan yang sama persis dengan film pendeknya pun bisa menjadi nilai plus, seperti ketika adegan Sholat Tahajud.

Namun, film Makmum bukan tanpa kekurangan. Beberapa adegan aksi horornya tampak mengganggu karena respon yang telat. Seolah untuk mengulur ketegangan yang ironisnya justru terasa janggal.  

Baca juga : Review Survival Family, Film Tentang ‘Kiamat’ Dunia Tanpa Listrik

Sosok Rini yang diperankan Titi Kamal juga terasa kurang pas, mengingat Titi lebih sering berakting dalam film komedi dan berkarakter ceria. 

Adapun, latar belakang Rini yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata pun tak cukup terjelaskan sehingga agak janggal, sejak kapan ia bisa memiliki kemampuan tersebut. 

Terakhir, seperti di Jaga Pocong atau Malam Minggu The Movie, Hadrah Daeng Ratu masih terjebak dengan ending film horor tahun 80-an yang diselipi komedi cringe dan kurang inovatif.  

Overall, Makmum bisa diberikan rating sebesar 6.3/10 karena meski Jump Scare yang dihadirkan cukup menyeramkan namun eksekusi bagian akhir film yang dihadirkan terlalu biasa.

487 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail