Review Film Single Part 2, Tak Lebih Baik dari Film Sebelumnya!

Teaser Trailer Film Terbaru Raditya Dika, Single Part 2 Telah Dirilis

Setelah merilis film terakhirnya yang (sayangnya) mengecewakan berjudul Target pada tahun 2018 lalu, Raditya Dika membuat sebuah sekuel kali ini. Melanjutkan kisahnya dalam film Single yang dibuat pada tahun 2015, ia membuat kelanjutannya yang berjudul Single Part 2. Berikut review film Single Part 2, tanpa Spoiler!

Single Part 2 melanjutkan langsung dari kisah dari Ebi (Raditya Dika) dan Angel (Annisa Rawles), namun tidak mengembalikan karakter yang diperankan oleh Chandra Liow, Babe Cabita, dan Pandji Pragiwaksono. Beberapa tokoh baru akan dihadirkan dalam Single Part 2 yakni, Johan (Yoga Arizona), Nardi (Ridwan Remin), Arya (Arif Muhammad) dan Alika (Mentari Novel).

(Masih) Melanjutkan Kisah Sebelumnya

Di film sebelumnya, bercerita tentang perjalanan kuliah Ebi dan kisah satir kejombloan-nya. Di film “Single Part 2” dikisahkan Ebi telah lulus kuliah dan bekerja. Dia ‘bekerja’ sebagai stand up comedian yang selalu punya masalah konsistensi dalam membuat materi stand-up. Masalah tersebut hadir karena memang hari-hari yang dijalani-nya sangat ‘datar’ tanpa banyak bumbu-bumbu kelucuan untuk diangkat menjadi materi stand-up.

Review Film Single Part 2
Source : Soraya Intercine Films

Disisi lain, Ebi harus pindah kos karena dua teman kos lamanya telah menikah. Di tempat-nya yang baru, Ebi kembali mendapatkan beberapa teman barua. Di tempat kos-nya tersebut, Ebi juga mendapati gadis cantik yang tinggal tak begitu jauh dari area kos-nya. Gadis cantik tersebut bernama Alika (Mentari Putri) yang merupakan anak pemilik laundry tempat biasa dia mencuci pakaian.

Baca juga : Review Film Always Be My Maybe: Komedi Romantis Ala Orang Asia-Amerika yang Menyegarkan

Sedangkan Angel, tengah mengambil kuliah kedokteran di Bali. Keduanya (walaupun hanya teman) tetap berkomunikasi melalui telepon atau video call. Entah saling menanyakan kabar atau kegiatan masing-masing. Apakah Ebi yang sudah cukup lama memendam perasaan kepada Angel, akan mengunkapkan perasaannya? Atau justru Ebi akan perbaling hati kepada Alika, gadis cantik yang baru saja dia kenal?

Review Film Single Part 2

Dramatisasi OK, namun…

Di film ini, Raditya Dika berhasil membuat dramatisasi yang dibangun sangat menggugah emosi. Misalnya, pembangunan sisi ‘chemistry’ antara Radit dengan teman-temannya terbilang sukses. Untuk yang satu ini, bisa dibilang Film Single Part 2 lebih baik daripada film sebelumnya. Namun, sayang hal ini tidak diimbangi oleh kualitas akting Raditya Dika sendiri. Memang harus diakui, kualitas akting Radit ‘sedikit‘ mengalami kemajuan dibanding dari akting dia pada film-film sebelumnya. Namun, masih tetap saja terlihat ‘lebay’.

Review Film Single Part 2
Source : Soraya Intercine Films

Hal lain yang terlihat mengganjal adalah kualitas akting Arif Muhammad. Akting youtuber yang dikenal melalui karakter Mak Beti-nya ini sangat kaku dan terlihat dipaksakan. Setali tiga uang dengan Arif Muhammad, Yoga Arizona (yang juga sama-sama youtuber) tak memiliki kualitas akting yang memadai. Hingga membuat akting Raditya Dika yang pas-pas an semakin terlihat ‘hambar’.

Kualitas Humor Tak Lebih Baik dari Film Sebelumnya

Kualitas humor yang ditampilkan juga tidak lebih baik daripada film Single sebelumnya. Untuk ukuran film’komedi’, konten humor di film ini tak ‘merata’. Beberapa jokes terlihat sangat kocak, kemudian senyap cukup lama hingga jokes berikutnya muncul dengan durasi cukup lama. Kredit tersendiri patut disematkan kepada Ridwan Remin yang berperan sebagai ‘penyelamat’ konten humor pada film Single Part 2 ini.

Plot berjalan Lambat

Pendalaman karakter utamanya pun terlalu bertele-tele. Seakan tak cukup hanya di film pertamanya saja, di film ini karakter Ebi digali (lagi) lebih dalam. Sehingga terkesan karakter lain tak mendapatkan porsi yang ‘cukup’. Hal ini tentu saja membuat plot menjadi berjalan begitu lambat dan berlarut-larut.

The Bloopers

Tak hanya itu, plot hole-pun bertebaran dimana-mana! Hal ini kemungkinan besar terjadi akibat proses pencatatan adegan yang ‘sembrono’. Ditambah, kurangnya ketelitian saat proses editing. Saya akan mengambil contoh salah satu blooper yang paling jelas. Yaitu saat Ebi melakukan perjalanan bersama kawan-kawannya ke hotel dari bandara. Ebi duduk di kursi depan mobil tepat di samping supir. Namun, saat perpindahan scene, begitu turun dari mobil, Ebi malah keluar dari pintu belakang bersama dua temannya.

Overall, film Single Part 2 tak lebih baik dari film Single sebelumnya. Namun, setidaknya masih bisa menjadi hiburan dikala tak ada kesibukan lain saat libur Lebaran. Untuk itu saya memberikan ‘ponten’ 5,8/10 untuk Film Single Part 2.

464 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail