Review Hellboy 2019

Sebelum film Hellboy 2019 ada dua film yang diangkat dari komik yang sama. Hellboy (2004) dan Hellboy II: The Golden Army (2008), keduanya merupakan garapan sutradara Guillermo del Toro. Bisa dibilang dua film sebelumnya (garapan del Toro) sangat sukses besar. Dilansir dari situs imdb.com film pertamanya memiliki rating 6.9 dari 2.800 voters. Sementara film keduanya mendapat angka 7 dari 2.300 voters. Lalu, bagaimana dengan kali ini, Yuk kita ikuti Review Hellboy 2019.

Cerita si Anak Iblis

Review Hellboy 2019

Hellboy 2019 bercerita tentang sosok anak iblis yang dipanggil ke dunia ini oleh Rasputin. Dia ingin memanfaatkan anak iblis ini dalam usahanya memenangkan perang. Namun saat si anak iblis muncul, Trevor Bruttenholm (Ian McShane) yang ada di lokasi, malah tidak membunuh sang iblis. Trevor justru memilih untuk memeliharanya dan mengangkatnya menjadi anak.

Trevor terus merawat anak iblis (yang kemudian diberi nama “Hellboy”) hingga dia beranjak dewasa. Hellboy lalu BPRD (Bureau for Paranormal Research and Defense). Pada suatu hari, Hellboy mendapat misi untuk untuk memburu raksasa disebuah klub bernama Osiris. Osiris sendiri merupakan sebuah komunitas rahasia seperti hal-nya BPRD.

Baca juga : Review Captain Marvel 2019

Dalam misi tersebut, Hellboy gagal mengalahkan para penjahat disarang Osiris. Para anggota Osiris sendiri percaya, Jika sang iblis merah (Hellboy) merupakan pertanda akan datangnya hari kiamat. Oleh karena itu, para anggota Osiris mati-matian berusaha membunuh Hellboy. Dalam usahanya menyelamatkan diri, Hellboy akhirnya terpaksa ‘menyerah’ dan terluka parah.

Walau dalam kondisi terluka parah, Hellboy masih mampu mengalahkan dan membunuh para raksasa. Sebelumnya akhirnya pingsan dan ditolong oleh Alice (Sasha Lane). Hellboy dan Alice lalu kabur dan bersembunyi. Dalam persembunyiannya, Hellboy lagi-lagi diserbu oleh Tim M11 yang merupakan agen rahasia pemerintah Inggris untuk urusan supranatural. Tapi, ternyata penyerbuan tersebut ternyata hanyalah sebuah akal-akalan yang didalangi ayahnya ; Trevor, guna menjemput Hellboy dengan selamat.

Hellboy 2019

Trevor lalu menjelaskan jika The Blood Queen (Milla Jovovich) akan bangkit kembali. Hellboy harus bertempur dan mempertahankan bagian terakhir dari Nimue yang berada di klub Osiris. Apakah Hellboy berhasil melakukan pekerjaannya? Atau dia malah membalas dendam ke klub Osiris?

Jauh dari Ekspektasi

Berbeda dengan Hellboy pertama dan kedua garapan del Toro. Di film Hellboy 2019 Kali ini sang sutradara Neil Marshal menjabarkan bagaimana asal-muasal Hellboy. Dimana, difilm sebelumnya hal ini tidak dijelaskan dengan detail.

Baca juga : Munich (2005) Review

Hal lain yang membedakan film ini dengan dua film sebelumnya, tentu saja : Kualitasnya. Walaupun banyak menampilkan hal baru yang fresh, Neil Marshal sepertinya kurang berhasil memadukan kualitas para aktor dengan konsep yang memang dibuat sedikit ‘nyeleneh’. Konsep yang coba di tampilkan Neil Marshal sangat mirip dengan konsep milik ‘Deadpool’. Sama-sama memiliki tokoh utama yang merupakan anti-hero. Dan, sama-sama banyak menampilkan dialog dan adegan eksplisit.

Ini Dia Foto Terbaru Hellboy

Namun entah bagaimana Neil Marshal gagal mengeksekusinya dengan baik. Dialog yang ditampilkan dalam film benar-benar tidak ‘klop’. Pendalaman karakter masing-masing pemeran terbilang sangat ‘kurang greget’, kecuali si tokoh utamanya.

Kualitas akting para pemerannya juga terbilang standar. Neil gagal menampilkan sisi terbaik David Harbour (pemeran Hellboy), padahal sebelumnya doi sangat baik memerankan sosok Sherif di Stranger Things. Ian McShane juga seperti tak memiliki ‘taji’, dia hanya seperti pelengkap yang kehadirannya ‘antara ada dan tiada’. Begitu pula Milla Jovovic yang terlihat lebih buruk dari kualitas aslinya.

Jalan cerita-nya juga sama sekali tidak memiliki kekuatan. Banyak plot-hole dimana-mana, yang membuat para penonton jadi sedikit dibuat kebingungan.

Namun, dari segala kekurangannya, film Hellboy 2019 ini disebut-sebut oleh para fans yang paling mirip dengan tampilan di komik-nya. Untuk hal ini, sang kreator Mike Mignola pun menyetujuinya. “Baru pada versi reboot ini saya menemukan apa yang saya cari dari sebuah film Hellboy!” ungkap Mignola di salah satu kesempatan.

Masalah Sensor

Masalah lainnya datang dari lembaga sensor Indonesia (LSI). Entah mengapa LSI memotong banyak sekali adegan ‘gore’ secara urakan. Menurut data dari imdb.com, film ini seharusnya memiliki rating ‘R’ (umur 21+). Tetapi begitu masuk LSI, berubah menjadi 18+.

Seharusnya hal ini dibiarkan dengan rating ‘R’ nya. Kita semua tahu kalau memang banyak adegan di Hellboy yang terlalu ‘gore. Namun memotongnya secara urakan bukanlah sebuah langkah yang bijak, karena dapat menimbulkan hilangnya ‘sensasi’ saat menonton.

Nah, buat yang sudah menonton, bagaimana pendapat kalian? Yuk, share komentar kalian mengenail Review Hellboy 2019 di kolom komentar.

806 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail