Review Hit & Run, Action-Comedy yang Tak Lucu!

Review Hit & Run
Review Hit & Run | Img Source : Screenplay Films

Hit & Run merupakan film besutan Ody C. Harahap (Sweet 20, Orang Kaya Baru). Dibintangi oleh Joe Taslim, Yayan Ruhian, serta Tatjana Saphira, Jefri Nichol, Chandra Liow. Tak hanya itu, ada pula bintang senior yang ikut serta; Karina Suwandi dan Matias Muchus.

Sinopsis Hit & Run

Tegar Saputra (Joe Taslim), seorang polisi selebriti yang kemana-mana selalu diikuti kamera karena memiliki acara reality shownya sendirii. Tegar ditugaskan untuk menangkap Coki (Yayan Ruhian), seorang gembong narkoba yang baru kabur dari penjara. Sayangnya, di misi kali ini Tegar yang individualis harus dipasangkan dengan Lio (Chandra Liow), yang terkenal sebagai juru muslihat.

Karena terbiasa beraksi sendirian, Tegar harus berusaha menyelesaikan misinya bersama Lio yang justru membuat susah. Aksi Tegar dan Lio mencari Coki ditemani Meisa (Tatjana Saphira) seorang penyanyi dan Jefri (Jefri Nichol).

Eksekusi Kurang Sempurna

Ody C. Harahap sepertinya gagal mengeksekusi film Hit & Run ini menjadi sebuah film Action-Comedy yang ciamik. Kekurangan film ini telah terlihat sejak awal. Coba tengok adegan dimana Coki saat tengah mencoba kabur dari penjara. Dia, dibantu oleh anak buahnya mencoba merobohkan dinding penjara menggunakan alat berat.

Ide-nya terbilang cukup ‘Ok’, namun adegan ini di eksekusi kurang sempurna. Celah Coki untuk kabur terasa tidak masuk akal. Polisi-nya pun mirip seperti polisi India yang bergerak sangat lambat. Ditambah, efek yang digunakan pun terlihat kasar sehingga, menimbulkan kesan ‘palsu’ yang begitu kentara.

Baca juga: Review Si Doel The Movie 2, Cinta Segitiga Dengan Konflik Lebih Rumit

Untuk Ukuran Film Action Comedy, Hit & Run Tidak Lucu

Selain itu, komedi yang ditawarkan di film ini juga terbilang ‘tak istimewa’. Chandra Liow yang diharapkan menjadi sumber komedi, justru tampil mengecewakan. Hampir seluruh jokes yang dilempar oleh-nya tak berhasil memicu gelak tawa para penonton. Secara umum, kualitas akting Chandra terbilang ‘buruk’. Aktingnya masih terasa kaku, dan chemsitry antara dia dengan Joe Taslim juga tak terbentuk sempurna.

Joes Taslim juga sepertinya mengalami hal yang sama. Kualitas aktingnya jug tak terlihat begitu spesial. Disamping karena dialog-nya yang memang kurang greget, pembangunan karakter Tegar yang diperankan Joe juga tak terlihat sempurna. Konflik batin yang ada, tak mampu disampaikan oleh Joe Taslim.

Para pemeran lainnya pun tak mampu menjadi penolong. Namun, akting Jefri Nichol yang memerankan sosok ABG bernama Jefri justru yang stealing the show. Ia seolah ingin keluar dari citra pemeran karakter-karakter ‘bad boy’ seperti di film-filmnya sebelum ini. Namun, sayang, ia hanya diberi sedikit porsi di film ini.

Selain Jefri yang jadi penolong, hal lain yang mampu menyelamatkan film Hit & Run ini adalah adegan perkelahian yang seru dan cukup brutal. Maklum, koreografinya dipegang oleh Iko Uwais Team yang sebelumnya menangani koreografi dan stunt untuk film The Raid.

Overall, Hit & Run membuat saya kecewa karena tak sesuai dengan ekspektasi. Ada baiknya, film ini hanya mengusung satu genre: Action! mungkin hasilnya akan lebih baik. Untuk itu, saya memberi ponten 5,9/10 untuk Hit & Run.

268 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail