Review I Am Mother, Film Underrated yang Cukup Memuaskan

Review I Am Mother – Film ini berkisah tentang bumi yang baru saja mengalami kepunahan manusia. Seeorang sebuah robot didesain untuk mengembalikan populasi manusia didalam fasilitas modern, lengkap dengan semua kebutuhan-nya. Robot yang kemudian disebut ‘Mother’ tersebut lalu memilih satu embrio manusia dan ‘merawatnya’ hingga tumbuh dewasa, manusia pilihan itu dipanggil ‘Daughter’.

Robot Mother membesarkan ‘putri’-nya tersebut dengan metode teoritis yang (mungkin) sudah ditanamkan padanya sejak awal robot itu diciptakan. Namun, rasa penasaran si anak pada akhirnya mengungkap tabir misteri yang selama ini disembunyikan oleh sang Robot ‘Mother’ tersebut.

Review I Am Mother

Ditambah lagi, hadirnya sosok wanita asing yang tiba-tiba meminta bantuan di luar fasilitas tempat si Mother dan anaknya tinggal. Hal ini tentu saja berbanding terbalik dengan pengakuan si Robot Mother yang mengatakan kalau tak ada satupun manusia yang masih hidup diluar sana.

Konflik semakin berkembang, kala wanita asing tersebut ternyata memiliki luka tembak. Dari hasil penelitian si Robot Mother, peluru yang bersarang ditubuh wanita tersebut bukanlah peluru dari droid yang berpatroli di luar sana. Jadilah, si Daughter semakin penasaraan.

Terjebak, oleh bujuk-rayu Wanita asing tersebut, Daughter akhirnya memutuskan untuk ‘kabur’ dari fasilitas bersama dengan si Wanita Asing. Naas, apa yang ada diluar fasilitas tak seperti yang digambarkan.

Review I Am Mother

Film Debut sang Sutradara

Film ini merupakan debut bagi sutradara asal Australia; Grant Sputore. Gara-gara ini nggak salah banyak kritikus yang menilai memandang sebelah mata film ini. Grant juga menulis naskah-nya bersama denga Michael Lloyd Green. I Am Mother dibintangi oleh Luke Hawker yang berakting sebagai si Robot Mother. Sementara untuk pengisi suara robot tersebut dilakoni oleh Rose Byrne. Clara Rugaard berperan sebagai sosok Daughter, sementara Hillary Swank memerankan karakter Wanita Asing.

Baca juga : Review Wedding Agreement: Sajian Premis FTV yang Kurang Humanis

Premis cerita I Am Mother terbilang sangat unik, walaupun masih ada (sangat) sedikit kesamaan dengan Passenger-nya Morten Tyldum. Plot-nya pun dibuat nyaris sempurna, ya mungkin masih ada beberapa plot-hole disana-sini, namun untuk ukuran film debut, hal ini masih dalam batas toleransi yang wajar.

Review I Am Mother

Kualitas akting para pemerannya juga terbilang ciamik. Praktis, hanya dua karakter yang bisa dinilai kualitas aktingnya secara kasat mata. Clara Rugaard dan Hillary Swank tampil luar biasa, keduanya mampu menyampaikan keresahan masing-masing karakternya kepada para penonton.

Seperti kata pepatah; Tak ada yang sempurna, begitu pula dengan film produksi Netflix ini. Dibalik premis dan kualitas akting-nya, film ini masih memiliki keterbatasan pada sinematografi dan kualitas CGI yang masih lemah. Coba tengok, adegan dimana Clara dan Swank kabur dari fasilitas, scenery yang ditampilkan terlihat terlalu fake.

Namun, hal tersebut tentu saja bukanlah sebuah hal yang penting. Mengingat ini merupakan debut film bagi sang sutradara.

Overall, I Am Mother tampil cukup mengesankan. Premis ceritanya keren dan dieksekusi dengan brilian. Dua jempol untuk sang debutan; Grant Sputore. Untuk itu, rasa-rasanya rating 7/10 cukup pantas untuk I Am Mother.

Review I Am Mother
335 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail