Review Kim Ji-Young, Born 1982: Menyentil Patriarki dan Diskriminasi Terhadap Perempuan yang Berujung Masalah Kesehatan Jiwa

Review Kim Ji-Young, Born 1982 – Korea Selatan saat ini telah menjadi barometer industri perfilman di Benua Asia. Setelah Parasite, kini ada satu lagi film asal Negeri Ginseng berjudul Kim Ji Young, Born 1982.

Dibintangi Jung Yoo Mi dan Gong Yoo, film ini menyajikan cerita yang begitu sarat akan pelajaran sosial. Film ini menyindir problematika yang sering dialami oleh kaum perempuan.

Diadaptasi dari novel dengan nama sama, “82nyeonsaeng Kimjiyoung” karya Cho Nam-ju (terbit bulan Oktober 2016).

Sama seperti bukunya, film garapan sutradara Kim Do-Young ini secara keseluruhan menceritakan Kim Ji-Young (Jung Yu-mi) seorang wanita biasa yang mulanya bekerja di agensi kehumasan.

Baca juga : Review Film Zombieland 2 Double Tap: Menghibur, Namun Tidak Lebih Baik Ketimbang Film Pertamanya

Kim Ji-Young kemudian menikah dan memiliki seorang anak. Saat diketahui sedang hamil, Kim Ji-Young dipaksa berhenti dari pekerjaan yang selama ini ia tekuni dan harus menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.

Hal tersebut membuat Kim Ji-Young perlahan mengalami banyak hal hingga ia kehilangan jati dirinya lantaran ‘terperangkap’ dalam rutinitas sehari-hari.

Lambat laun, Kim Ji-Young mulai berbicara atau berperan menjadi orang lain, ia kadang berbicara seperti ibunya, atau seperti kakak perempuannya, serta banyak perempuan lainnya.

Sama seperti Parasite, film Kim Ji Young, Born 1982 ini menggambarkan kondisi dan masalah yang sesungguhnya terjadi dalam kehidupan nyata. Film Kim Ji Young, Born 1982 menceritakan tentang diskriminasi yang terjadi pada perempuan yang memiliki anak di Korea Selatan.

Seperti kebanyakan negara lainnya di Benua Asia, Korea Selatan pun masih konservatif dengan budaya partiarki.

Tidak heran, sama seperti novelnya, film ini pun cukup menuai kontroversi di Korea Selatan. Kontroversi ini hadir lantaran film dan novel tersebut dirasa mendiskreditkan laki-laki karena digambarkan sebagai penindas.

Meski menuai kontroversi, film Kim Ji Young, Born 1982 menampilkan para tokoh perempuan dengan karakterisasi yang kuat.

Hal itu terlihat mulai dari Jung Yu-mi sebagai Kim Ji-young yang dengan mulus menunjukkan kejenuhan dan rasa lelah seorang istri, ibu, sekaligus menantu yang dituntut “sempurna”. Meskipun, ia harus kehilangan ‘jati diri’.

Karakter yang kuat juga ditunjukkan duo Kim Mi-kyung. Kim Mi-kyung pertama berperan sebagai Mi-sook, ibunda Kim Ji-young.

Ia sukses menjadi seorang ibu yang berani menerapkan cara asuh anak sedikit berbeda dari kebanyakan orang tua lainnya di Korea Selatan, yang mengistimewakan anak laki-laki.

Sementara itu, Kim Mi-kyung yang lain berperan sebagai mertua Kim Ji-young. Ia berhasil mendalami dan menggambarkan seorang mertua yang mungkin menjadi momok bagi sebagian perempuan ketika akan memasuki dunia perkawinan.

Salah satu tokoh yang menarik perhatian adalah atasan Kim Ji-young yang diperankan Park Sung-yeon. Meski hanya tampil sebentar, ia menjadi sosok ‘wanita ideal’ di mata Kim Ji-young.

Keempat karakter tersebut secara matang menunjukkan kesulitan bagi seorang perempuan menyeimbangkan keluarga dan pribadi, yang seringkali menuntut Kaum Hawa berkorban lebih.

Gong Yoo, terutama bagi penonton perempuan, bagai penyegar di tengah segala konflik yang dihadirkan sepanjang film. Karakter humoris nan menggemaskan seperti yang ia mainkan dalam Goblin, bisa dilihat kembali dalam film Kim Ji Young, Born 1982.

Dengan total durasi 120 menit, film debut dari sutradara Kim Do Young ini mampu mengemas cerita pahitnya hidup kaum perempuan dengan gamblang dan memuaskan.

Sindiran terhadap budaya patriarki bahwa perempuan harus sibuk di rumah untuk mengurus kebutuhan keluarga mampu mewakili suara hati kaum perempuan yang sering dipandang sebelah mata.

Selain itu, Kim Ji Young, Born 1982 memberikan sindiran kepada sejumlah mindset yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari seperti perempuan yang tidak menikah adalah perempuan yang aneh serta anak laki-laki harus lebih disayang karena menjadi calon pemikul tanggung jawab.

Isu kesehatan jiwa juga diperlihatkan dalam film Kim Ji Young, Born 1982 . Sebagai sebab akibat dari sedikit trauma di masa lalu, hingga cibiran dari orang lain membuat Ji Young tanpa sadar melakukan hal-hal yang tidak bisa dianggap normal.

Baca juga : Review Ratu Ilmu Hitam, Visual Memanjakan dengan Plot Cerita Seadanya

Lagi-lagi karakter Daehyon membuat penonton terharu. Daehyon melakukan upaya apapun untuk membantu Ji Young agar bisa keluar dari tekanan yang dialaminya.

Hanya saja, pace lambat yang tadinya asyik dinikmati, begitu menjelang akhir film malah menghilang. Saat tiba di bagian akhir, narasi film ini berubah. Kim Ji-young menulis tentang dirinya dalam sebuah buku dan membukanya dengan menceritakan tahun kelahirannya.

Bagian ini seperti kehilangan maknanya. Pasalnya, makna sebenarnya dari 1982 dan nama Kim Ji-young justru tidak terjelaskan.

Overall, Kim Ji Young, Born 1982 layak diberikan rating sebesar 8.5/10 karena berhasil menyuarakan empati serta meneriakkan perasaan tertekan bagi para perempuan atas budaya patriarki di Korea Selatan maupun Benua Asia pada khususnya.  

23 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail