Review Land of Mine, Film Perang yang Membangun Emosi

Review Land of Mine – Ini film bertema perang yang beda dengan film perang lainnya. Kenapa beda? pertama; karena nih film bukan buatan Amerika. Kedua; nih film menceritakan apa yang selama ini tidak kita sadari. sebuah cerita yang mungkin tak tercatat dalam buku sejarah dan perlahan mungkin bakal terlupakan. Land of Mine atau judul aslinya Under Sandet, merupakan film Denmark yang bercerita tentang masa setelah perang dunia ke-2. dimana Denmark dan beberapa negara Skandinavia lainnya sempat di-invasi oleh Jerman yang kemudian angkat kaki pada Mei 1945.

Saat masa perang, kala Jerman meng-invasi Denmark, mereka menanam ribuan ranjau di tepi pantai Denmark. Guna-nya untuk mencegah ancaman sekutu yang diprediksi bakal melakukan ‘serangan balik’ merebut Denmark dari Jerman. Setelah Jerman kalah dan perang usai, para tawanan perang Jerman dipaksa untuk mencari dan menjinakkan ranjau-ranjau tersebut.

Sersan Carl Rasmussen (Roland Møller) dari Tentara Denmark ditugaskan untuk mengawasi grup tawanan perang Jerman yang bakal menjinakkan ranjau di sepanjang pesisir pantai Oksbøllejren, Denmark. Grup tawanan perang Jerman sendiri terdiri 12 bocah ABG yang saat perang terkena wajib militer. Sebelumnya, didalam kamp. tawanan, mereka sempat mendapatkan pelatihan cara menjinakkan ranjau. Dibawah pengawasan Sersan Carl,  grup ini mulai mencari dan menjinakkan ranjau dengan tangan kosong! iya dengan tangan kosong. Bukan dengan piranti logam detector yang selama ini lumrah digunakan.

Review Land of Mine
Review Land of Mine

Awalnya, Sersan Carl begitu keras dan kejam saat mengawasi grup tawanan ini. Mereka sempat tidak diberi makan selama beberapa hari dan salah satu diantara mereka akhirnya mencuri makanan ternak untuk dimakan. Namun, pada prosesny, humanity tidak bisa hilang begitu aja dalam diri Sersan Carl. Lama-kelamaan hati-nya luluh juga kepada para tawanan perang ini. Walaupun, untuk bisa sampai ketahap ini butuh beberapa nyawa tawanan yang hilang saat menjinakkan ranjau.

Film ini sendiri di tulis dan disutradari oleh sutradara asal Denmark; Martin Zandvliet. berhasil mengolah konsep film perang yang memang sudah otentik menjadi semakin menarik. Hal menarik pertama dalam film ini, selain konsep dan tema ceritanya adalah sinematografi-nya.

Baca juga : Review The Night Comes For Us, Fighting Scence Lebih Brutal dari The Raid

Seperti yang saya sudah tulis diawal tadi, film ini digarap berbeda dengan film dengan genre serupa, Martin Zandvliet banyak menggunakan long shot saat mengambil gambar, dengan tujuan meng-capture keindahan alam Denmark, walaupun setelah perang berkecamuk. Hal kedua (yang membuat saya terpukau) adalah kelihaian Pak Martin mengangkat dan menggambarkan bagaimana perang begitu terasa menyakitkan, baik buat yang menang apalagi buat yang kalah. Hal ini disampaikan melalui ekspresi dan dialog yang dibangun para tawanan perang.

Review Land of Mine

Doi juga dengan sukses berhasil mengangkat secara gamblang perihal eksploitasi anak-anak kedalam perang dan bagaimana akibatnya. Ini, yang jarang kita lihat dalam film perang yang sudah populer sebelumnya. Sangat sedikit yang mau mengangkat cerita tentang ‘akibat’ dari perang.

Selain itu, film ini juga berhasil banget membangun emosi para penontonnya melalui akting Roland Møller yang berperan sebagai sersan Carl Rasmussen. Seorang tentara yang tegas, disiplin dan juga kejam menangani para tawanan perang yang jelas-jelas adalah musuhnya. Disatu sisi, dia sangat dendam dengan Jerman karena telah memporak-porandakan negaranya, disisi lain hati nurani-nya juga tak bisa dibohongi; kasihan terhadap para tawanan perang tersebut. Chemistry yang terbangun diantara mereka jelas tidak bisa disangkal, keren dan tak kacangan.

Buat saya sendiri, film ini hampir tak ada cela-nya. Top markotop, cocok banget buat dikonsumsi saat santai, karena emang tak begitu menguras pikiran saat menontonnya. Tapi, jangan nonton bareng anak-anak karena banyak adegan bloody. Worth to watch!

Review Land of Mine
630 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail