Review Mahasiswi Baru: Premis Menarik dengan Naskah Menyedihkan yang Terselamatkan Kematangan Akting Widyawati

Review Mahasiswi Baru – MNC Pictures menjadi salah satu rumah produksi yang paling produktif di tahun 2019 ini.

Setelah film Preman Pensiun yang sukses meraih lebih dari 1 juta penonton, berturut-turut rumah produksi ini membuat film Koki Koki Cilik 2, Koboy Kampus, dan Mahasiswi Baru hanya dalam rentang waktu dua bulan.

Ide cerita film Mahasiswi Baru sendiri berasal dari sebuah kisah nyata seorang nenek yang berkuliah di usia senja dan ditulis oleh Jujur Prananto (Ada Apa Dengan Cinta, Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara), penulis debutan Sarahero bersama dengan penulis sekaligus sutradara film ini, Monty Tiwa (Rompis, Test Pack).

Film Mahasiswi Baru berkisah tentang nenek berusia 71 tahun bernama Lastri (Widyawati) yang tiba-tiba saja ingin melanjutkan kuliah dan mengambil jurusan komunikasi.

Ia mendaftar di kelas reguler di mana semua teman-temannya masih berusia belasan tahun. Perjalanan Lastri di kampus tidak semulus yang ia harapkan. Ia mendapat tentangan dari anaknya Ana (Karina Suwandi) dan suaminya (Izhur Muchtar).

Lastri tetap semangat kuliah karena mendapat dukungan dari teman-temannya Sarah (Mikha Tambayong), Danny (Morgan Oey), Erfan (Umay Shahab) dan Reva (Sonia Alyssa).

Baca juga : Review Dora and The Lost City of Gold: Film Live Action yang Menyenangkan dan Menghibur!

Namun, masalah tetap ada lagi. Dekan Chaerul (Slamet Raharjo) menolak ada mahasiswi seumuran Lastri karena menurutnya Lastri bisa membawa citra buruk terhadap jurusan yang dipimpinnya tersebut.

Menerima banyak penolakan, Lastri tak menyerah. Ia harus melanjutkan kuliah karena misi rahasia yang ia bawa.

Drama komedi memang menjadi salah satu spesialisasi dari seorang Monty Tiwa, sang sutradara. memang harus diakui sangat berpengalaman dalam menggarap.

Film Mahasiswi Baru yang memiliki gaya komedi orang tua yang menirukan gaya muda-mudi milenial bercampur Generasi Z ini berhasil dipadukan dengan apik oleh Monty.

Dipadukan dengan kisah drama keluarga yang menyentuh dan romansa orang tua yang kocak dan menggemaskan menjadikan film ini unggul dalam variasi ceritanya.

Sayangnya satu subplot tambahan soal misteri kehidupan Reva kurang dikembangkan dengan baik sehingga berlalu begitu saja dengan klimaks Reva yang out of character.

Selain itu, aktris senior Widyawati yang dipercaya sebagai lead character dalam Mahasiswi Baru berhasil meniupkan nafas bagi film ini lewat kematangan aktingnya.

Bahkan, saya berasumsi bahwa Widyawati setidaknya harus mendapatkan nominasi (ataupun memenangkan penghargaan) di berbagai festival film lewat karakter yang ia perankan di film Mahasiswi Baru.

Duetnya dengan Slamet Rahardjojuga menjadi salah satu bagian terbaik dalam film. Kematangan akting keduanya memberikan performa menawan dari sisi komedi dan romansa.

Baca juga : Review Film Instant Family: Film Komedi Keluarga yang Heartwarming

Bahkan, (menurut saya pribadi) Slamet Rahardjotampak berakting sangat nyaman lewat karakter yang ia perankan dalam film Mahasiswi Baru.

Satu-satunya yang menjadi kelemahan di film Mahasiswi Baru adalah naskahnya yang terlalu cheesy dan terlalu mengeksploitasi sisi komedinya dengan jokes-jokes cringe.

Padahal, jika sisi drama dalam Mahasiswi Baru lebih dieksplor, film ini bakalan tampak lebih dewasa dan (bukan tidak mungkin) jadi lebih baik dengan sedikit komedi namun optimal.

Overall, Mahasiswi Baru layak diberikan rating sebesar 6.8/10 karena naskah cerita yang lemah namun terselamatkan chemistry akting mengagumkan dari Widyawati dan Slamet Rahardjo.

110 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail