Review Predestination, Film Bertema Time Paradoks Terbaik!

Predestination disutradarai oleh The Spierig Brothers (Michael Spierig dan Peter Spierig). Sementara karakter tokoh utamanya diperankan oleh Ethan Hawke (Training Day, Alive).

Di film ini Ethan berperan sebagai detektif/polisi yang tugasnya mirip seperti tugasnya Tom Cruise di Minority Report. Dimana dia harus menghentikan kejahatan sebelum kejahatan itu dilakukan. Bedanya, di film ini Ethan Hawke hanya harus mengejar dan menangkap seorang penjahat dengan julukan sizzled bomber. Sizzled Bomber diketahui ‘nanti-nya’ bakal melakukan pengebomam hingga menimbulkan ribuan korban jiwa.

Baca juga : 42, Kisah Atlit Baseball Kulit Hitam Pertama di Amerika

Diawal film, diceritakan si Ethan terkena luka bakar yang disebabkan oleh si Sizzled bomber. Hingga mengharuskan dia melakukan operasi pembedahan dan merubah bentuk wajah, bahkan suaranya.

Predestination

Scene berikutnya, Ethan sudah berada di sebuah bar, bekerja sebagai bartender dan ‘ngobrol’ panjang-lebar dengan seorang pria (yang dulunya wanita). Sampai disini, penonton mungkin bakal mengantukdibuatnya. Plot diawal film dibuat sedikit lambat, tapi ketika masuk ke pertengahan film barulah plot berubah semakin cepat. Sampai disini penonton akan dibuat ternganga oleh ceritanya. Tak hanya ceritanya, penonton juga akan dibuat kagum dengan kualitas akting Ethan. Juga permainan plot-twist-nya bahkan setting lokasi-nya yang terlihat memukau.

Meraih Banyak Penghargaan

Selain diperankan oleh Ethan Hawke, Predestination juga diisi aktor sekaliber Sarah Snook (Steve Jobs). Film ini sendiri memiliki konsep yang boleh dibilang ‘pasaran’. Film dengan konsep cerita time paradox sudah duluan dipopulerkan oleh Minority Report, Time Traveller Wifes, Looper bahkan film seperti Back To The Future. Yang terbaru tentu saja film Avengers Endgame, tapi Predestination menawarkan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang sangat brilian. Gambaran singkatnya, ini adalah film dengan konsep cerita Time Paradox yang dikombinasikan dengan plot seperti Shutter Island. Keren!

Predestination

Tak salah rasanya jika film ini menyabet 12 award. Diantaranya adalah AACTA Award pada tahun 2015, dimana Predestination berhasil menang di beberapa kategori seperti Best Cinematography. Best Editing, Best Production Design, Best Lead Actress.

Baca juga : Review Green Book, Fenomena Rasisme Amerika 1960-an

Namun, untuk menikmati film ini sangat dibutuhkan konsentrasi dan sedikit pengetahuan tentang time paradox. Sedikit contoh untuk kasus time paradox. Misalnya : Alfian menerima informasi dari masa depan kalau dia akan mati karena sakit jantung. Untuk mengantisipasi-nya Alfian melakukan olahraga, pada akhirnya Alfian tetep mati karena kebanyakan oleh raga. Alfian tetap mati, hanya saja alasan mati-nya yang berbeda.

Sejauh ini, Predestination merupakan film fiksi dengan konsep Time Paradox terbaik yang pernah ada. Mungkin lebih baik dari Avengers Endgame, Minority Report, Time Traveller Wifes, Looper dan Back To The Future.

2413 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail