Review Si Doel The Movie 2, Cinta Segitiga Dengan Konflik Lebih Rumit

Review Si Doel The Movie 2
Review Si Doel The Movie 2 | Image source : Falcon Pictures/Karnos Film

Tayang mulai 4 Juni 2019 (Lebaran), film ini akan melanjutkan kisah dari Si Doel The Movie yang cukup meraih sukses tahun kemarin. Film Si Doel The Movie 2 masih tetap akan disutradarai sekaligus dibintangi oleh Rano Karno sebagai Doel.

Pada film pertamanya dikisahkan Doel dan Mandra pergi ke Belanda atas undangan Hans. Di Belanda Doel bertemu dengan Sarah dan anaknya (yang ternyata anaknya si Doel). Terjebak diantara dua pilihan, si Doel pun memilih kembali ke Jakarta dan melanjutkan hidupnya bersama Zaenab.

Film Si Doel The Movie 2 masih tetap mengangkat tema cinta segitiga antara Doel, Sarah, dan Zaenab. Namun, seperti biasa; Rano Karno tidak hanya melulu mengangkat kisah percintaan saja. Nilai-nilai lain dalam kehidupan lainnya juga tertuang dalam film ini, mirip dengan sinetron-nya.

Jika, pada film pertamanya Rano Karno memfokuskan cerita tentang hubungan Doel dengan Sarah. Di film keduanya kali ini, akan lebih banyak berkisah tentang hubungan Doel dengan Zaenab.

Lebih Baik Dari Segi Cerita

Dari sisi cerita, film Si Doel The Movie 2 ini boleh dibilang lebih baik ketimbang film pertama-nya. Pada film pertama, hampir 80% adegan diambil di Belanda, menjadikan film tersebut kehilangan identitas budaya betawi-nya. Di film keduanya kali ini, adegan lebih banyak diambil di set yang dibuat serupa dengan versi serial-nya dulu. Hal ini tentu saja berhasil membangkitkan nostalgia para penonton akan serial Si Doel Anak Sekolahan.

Konflik-nya pun dibuat lebih rumit ketimbang film pertamanya. Dimana pada film pertamanya konflik terjadi hanya pada Doel-Sarah dan Sarah-Dul (anaknya). Kali ini, konflik dibuat lebih rumit yang melibatkan Doel, Sarah, Zaenab dan Maknyak.

Beberapa Karakter dibuat Lebih ‘Hidup’

Tak hanya itu, di film kali ini hampir semua karakter dibuat lebih ‘hidup’. Karakter si Doel yang diperankan oleh Rano Karno, lebih banyak ‘bicara’ jika dibandingkan dengan film sebelumnya. Begitu pula dengan karakter Atun dan Mandra, yang kembali ke ‘karakter’ aslinya, yang masing-masing suka saling ledek dan bertengkar. Bahkan sosok MakNyak (Aminah Cendrakasih) yang di film pertamanya hanya mendapat sedikit porsi, di film ini beliau seakan mendapat porsi dialoh yang cukup banyak. Padahal, kondisi kesehatan Aminah saat ini diketahui tengah menderita sakit Glukoma.

Baca juga : Review Film Ambu: Drama Keluarga Ibu dan Anak dalam Balutan Kisah Masyarakat Suku Baduy

Review Si Doel The Movie 2
Review Si Doel The Movie 2 | Image source : Falcon Pictures/Karnos Film

Atun dan Mandra sebagai Sumber Jokes

Sosok Atun dan Mandra juga terbilang sukses ‘menghidupkan’ cerita dengan pertengkaran dan candaan-candaan mereka. Keberadaan mereka berdua seakan menjadi oase ditengah-tengah ketegangan hubungan Doel, Sarah dan Zaenab. Sedikit catatan untuk karakter Mandra yang menurut hemat saya, dialog yang dimiliki Mandra terlalu banyak, sehingga terkesan ‘lebay’.

Kualitas Akting Cukup Mumpuni, Namun..

Kualitas akting Rano Karno terbilang cukup bagus (walau terlalu dominan). Namun, standing applause justru harus disematkan kepada Cornelia Agatha. Walaupun pada film pertamanya, Cornelia Agatha masih terlihat agak kaku dalam memerankan sosok Sarah. Kali ini dia tampil lebih santai dan terlihat sangat mendalami karakternya. Cornelia Agatha berhasil membangun emosi penonton, bahkan hingga meneteskan air mata.

Yang cukup disesalkan justru akting Maudy Koesnadi yang memerankan sosok Zaenab. Maudy terlihat kurang maksimal ‘menyampaikan’ kepedihan dan kegalauan yang dirasakannya. Iya, memang Maudy berhasil pasang tampang ‘nestapa’, namun ekspresi tersebut kurang mampu mencerminkan perasaannya. Ya, mirip-mirip tampang sedih gegara kehilangan ‘sendal jepit’ daripada sedih karena bakal kehilangan suami.

Proses Editing Kurang Ciamik

Untuk urusan teknis-nya, film ini sepertinya masih punya banyak pekerjaan rumah. Proses editing dan penggunaan CGI masih terbilang kasar. Bahkan beberapa kali kedapatan ada penggunaan efek yang terlihat ‘norak’. Hal ini tentu saja sangat ironis, mengingat sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang diproduksi hampir 20 tahun yang lalu justru memiliki kualitas editing dan sinematografi yang sangat baik. Bahkan, bisa jadi yang terbaik pada jamannya.

Overall, Si Doel The Movie 2 bisa dibilang lebih baik dari film pertamanya, dari segi cerita dan eksplorasi karakter. Namun, masih banyak yang harus dibenahi untuk urusan teknis, jika Rano Karno masih tetap ingin melanjutkan saga Si Doel ini. Untuk itu, kami memberikan ponten 6.5/10 untuk film Si Doel The Movie 2.

1170 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail