Review Stuber, Film Action-Comedy dengan Premis Ciamik, Namun Dieksekusi Secara Tanggung

Review Stuber Indonesia – Stuber bercerita tentang Stu (Kumail Nanjiani), seorang pengemudi Uber di Los Angeles yang lugu. Dia begitu terobsesi dengan rating bintang 5 yang diberikan Uber atas kinerja apik para drivernya.

Film Stuber sendiri disutradarai oleh Michael Dowse (Fubar, Goon). Selain Dave Bautista dan Kumail Nanjiani film ini juga dibintangi oleh bintang asal Indonesia Iko Uwais (The Raid: Redemption, Star Wars: The Force Awakens). Pada trailer terlihat Iko Uwais berperan sebagai salah satu penjahat. Iko tampil sedikit berbeda dengan rambut pendek dan dicat berwarna kuning.

Selain itu ada pula nama-nama seperti: Natalie Morales (Parks and Recreation), Betty Gilpin (Glow), Jimmy Tatro (American Vandal, 22 Jump Street), Mira Sorvino. Dan juga lawan main Bautista di Guardians of the Galaxy, Karen Gillan.

Suatu hari, Vic (Dave Bautista), seorang detektif yang, pada hari yang sama ia baru saja selesai menjalani operasi mata. Mendapat tugas untuk mengejar seorang pembunuh (Iko Uwais). Karena Vic ‘tidak’ bisa mengemudi, ia pun memesan Uber, sehingga akhirnya takdir mempertemukan Vic dengan Stu, dan mereka pun memulai petualangan menegangkan bersama-sama memburu penjahat.

Review Stuber Indonesia
Img Source : imdb.com | Review Stuber Indonesia

Stuber memiliki premis yang cukup menjanjikan. Konsep duo jagoan, dimana salah satunya dibuat terlihat lebih inferior (baca: bodoh) merupakan hal yang sudah lama hilang. Film dengan konsep serupa yang cukup sukses adalah Rush Hour, The Heat dan (mungkin) 21 Jump Street.

Namun, premis yang cukup menjanjikan tersebut kurang dimaksimalkan oleh Michael Dowse selaku sutradara.

Baca juga : Review Film Ikut Aku Ke Neraka: Horor yang Cukup Mencekam Namun Lemah Penokohan

Untuk ukuran film Action-Comedy, Stuber butuh dua syarat: Good Action atau Good Comedy. Di film ini, porsi komedi-nya cukup mengena. Bagaimana Kumail memainkan sosok pria lugu yang naif membuatnya jadi bahan komedi tersendiri. Bahkan, sosok Bautista yang tak bisa nyetir karena habis operasi mata-pun menjadi sumber jokes disepanjang film.

Sayangnya, Stuber tak memiliki kualitas yang cukup baik untuk memenuhi syarat kedua (Good Action). Film yang mengusung rating ‘R’ ini, tak cukup banyak memiliki adegan aksi yang ‘sadis’. Sungguh sayang rasanya jika menyia-nyiakan rating ‘R’ jika tak mampu memaksimalkan adegan aksi yang ada.

Akting Dave dan Kumail pun terlihat biasa-biasa saja, bahkan secara pribadi saya menilai akting mereka kali ini ‘sedikit’ dibawah standar. Namun, tak adil juga rasanya jika membebankan ini kepada mereka. Naskah yang kurang OK, bisa jadi menjadi sebab kualitas akting mereka terlihat ‘biasa’ saja.

Review Stuber Indonesia
Img Source : imdb.com | Review Stuber Indonesia

Setali tiga uang dengan para pemeran pendukung-nya. Mira Sorvino, Iko Uwais, Jimmy Tatro, Natalie Morales, Betty Gilpin, dan Karen Gillan, semuanya terlihat sia-sia. Sebab-nya, kurang lebih sama dengan duo aktor utamanya: Naskah yang kurang OK yang mengakibatkan karakter mereka kurang berkembang. Seharusnya, hubungan ayah-anak antara Bautista dan Morales bisa dimanfaatkan menjadi konflik yang (mungkin) dibuat dramatis.

Overall, sejatinya Stuber memiliki premis yang menjanjikan. Namun sayang, beberapa hal (seperti naskah dan adegan aksi) dieksekusi serba ‘nanggung’. Untuk itu, angka 5,8/10 sepertinya pantas untuk film Stuber ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *