Review The Hunt, Horor Thriller penuh Komedi yang Jenaka

Review The Hunt – Setelah sempat ditunda selama beberapa Bulan karena adanya kasus penembakan massal yang terjadi di Dayton dan El Paso, film The Hunt akhirnya dirilis. The Hunt awalnya dijadwalkan akan tayang di bioskop pada 27 September 2019. Namun, harena penundaan akhirnya muncul di bioskop pada 13 Maret yang lalu.

Film The Hunt sendiri menggambarkan sekelompok orang kaya yang menculik dan kemudian memburu manusia untuk olahraga. Hal ini kemudian memicu kontroversi menyusul penembakan baru-baru ini di El Paso, Texas dan Dayton, Ohio.

Sinopsis The Hunt

Dua belas orang asing yang tak saling mengenal satu sama lain, terbangun di tempat asing. Mereka tidak tahu di mana mereka berada, atau bagaimana mereka bisa berada di sana. Mereka tidak tahu bahwa mereka telah dipilih untuk tujuan yang sangat ‘aneh’ … Perburuan.

Dalam bayangan teori konspirasi internet, sekelompok elit globalis berkumpul untuk pertama kalinya di Manor House didaerah terpencil. Mereka berkumpul disana guna memburu manusia untuk olahraga. Tetapi rencana para elit tersebut berubah menjadi bencana, kala salah satu korban yang diburu, Crystal (Betty Gilpin, GLOW), tahu permainan The Hunters lebih baik daripada mereka. Dia membalikkan ‘permainan’ dan mulai memburu para ‘pemburunya’ satu per satu. Akhirnya, dia harus berhadapan dengan pemimpin para elite, seorang wanita (diperankan oleh Hillary Swank) misterius dibalik permainan yang mematikan tersebut.

Selain Betty Gilpin dan Hillary Swanks, film ini juga akan dibintangi oleh Emma Roberts, Justin Hartley, Ike Barinholtz dan Glenn Howerton.

The Hunt disutradarai oleh Craig Zobel (Z for Zachariah, The Leftovers), sementara naskahnya ditulis oleh Lindelof dan Nick Cuse. Film ini diproduksi oleh Blumhouse, sementara prodeser eksekutif-nya ditempati oleh Zobel, Cuse, dan Steven R. Molen.

Review Film The Hunt

Trailer Baru The Hunt

The Hunt merupakan sebuah film yang memiliki ide cukup menarik, tentang 12 orang asing yang kemudian di buru untuk kepentingan kesenangan. Bisa dibilang, The Hunt merupakan Hunger Games-nya Blumhouse, dilihat dari kemiripan ide yang dimilikinya. Sayangnya, ide cerita yang cukup menarik tersebut nggak mampu dieksekusi dengan baik oleh Craig Zobel, sang sutradara.

Baca juga : Trailer Tigertail, Drama Tentang Imigran Taiwan di Amerika

What’s Going Wrong

Kekurangan pertama yang nggak bisa dengan mudah gua terima adalah kemisteriusan sosok Antagonis; Athena (yang diperankan oleh Hilary Swank). Sejak awal dimulainya film, sosok Athena digambarkan dengan cara yang misterius, Craig Zobel dengan sengaja tak menampakkan wajahnya sama sekali. Dari sini, penonton akan dibuat bertanya-tanya, siapakah sosok Athena yang misterius tersebut. Hingga menjelang akhir film barulah wajah Athena diperlihatkan dan tindakan tersebut nyatanya nggak membuat penonton puas. Kenapa harus dibuat misterius kalau nggak ada misteri yang diungkap? Aneh!

Yang kedua; Combat skill yang dimiliki Crystal! Sejak awal digambarkan Crystal sepertinya bisa menggunakan senjata, mahir berkelahi dan mampu membuat strategi yang jitu. Namun, latar belakang Crystal tak pernah digambarkan secara gamblang. Hal ini tentu saja membuat para penonton menjadi bertanya-tanya, siapakah sosok Crystal sebenarnya? Dan (lagi-lagi) menjelang akhir film barulah diungkapkan bahwa, Crystal merupakan mantan anggota militer yang sempat ditugaskan di Afganistan. Itupun, hanya merupakan penjelasan singkat, yang (buat saya pribadi) kurang memuaskan.

Trailer The Hunt

Yang Ketiga; Alasan kenapa memilih 12 orang tersebut untuk diburu. Setelah karakter Athena terungkap, plot cerita lalu mundur kebelakang. Dimana para kelompok elit globalis tengah memilih calon korban yang akan mereka buru. Menurut, penuturan salah satu karakter di scene tersebut, pemilihan dilakukan berdasarkan perilaku calon korban di internet. Namun, kriteria lebih lanjutnya tak pernah terungkap. Apakah karena calon korban sering berkata kasar, sering melakukan bullying atau pernah meretas akun bank milik orang lain. Semuanya nggak dijelaskan dengan gamblang.

The Good

Tenang, The Hunt nggak seburuk itu kok. Plot karakter yang dihadirkan diawal film nyatanya cukup shocking dan menghibur. Craig Zobel dengan cerdas ‘memaksa’ penonton untuk percaya bahwa karakter yang dimainkan oleh Emma Roberts merupakan karakter utamanya. Tapi, nggak lama berselang karakter tersebut mati mengenaskan. Lalu, kamera dan dialog berpindah fokus ke karakter cowok tampan yang jago megang senjata. “Wah, ini dia nih, jagoannya..” ternyata, nggak lama berselang cowok tersebut-pun mati, juga dengan cukup mengenaskan. Plot seperti ini terus berulang beberapa kali, hingga sosok Crystal muncul dan stealing the show.

Komedi yang dihadirkan di film ini juga sangat menghibur. Walaupun terkesan agak ‘gloomy’ namun beberapa jokes yang muncul sukses membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Selain itu, adegan aksi penuh darah yang cukup gore juga menjadi salah satu nilai plus buat The Hunt. Namun sayangnya, adegan gore tersebut sudah terlalu dieksplorasi diawal film, dipertengahan hingga akhir film adegan-adegan seperti itu malah berkurang dan terkesan kurang ‘menggigit’.

Overall, The Hunt (walaupun masih banyak kekurangan) terbilang cukup menghibur. Nggak bisa dibilang bagus, tapi sepertinya terlalu naif kalau saya bilang The Hunt merupakan film yang buruk. Masih layak tonton kok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *