Review The Invisible Guest 2016

The Invisible Guest adalah film asal Spanyol yang punya judul asli “Contratiempo“. Film ini sempat menang awards di Portland International Film Festival dan masuk nominasi di beberapa ajang penghargaaan lainnya dalam kategori Best Film Editing. Gaung-nya nggak terlalu megah, mungkin karena pertama; Ini film Spanyol, kedua; kalah saing sama film-film Holywood yang biaya promosinya limitless. Nah, yuk kita simak review The Invisible Guest (2016) di bawah ini!

Baca juga : Review Captain Marvel 2019

The Invisible Guest bercerita tentang seorang milarder muda yang sangat sukses bernama; Adrián Doria (Mario Casas), Doria memiliki perusahaan bernama ‘Global Tech’ yang baru saja melebarkan sayapnya ke Asia. Saat berada di puncak kesuksesannya, Doria malah tersangkut kasus pembunuhan, dimana dia didakwa telah membunuh selingkuhannya; Laura Vidal (Bárbara Lennie) didalam sebuah kamar hotel didaerah terpencil di pegunungan.

Doria diperkenalkan kepada Virginia Goodman (Ana Wagener) oleh pengacaranya; Félix Leiva (Francesc Orella). Virginia merupakan seorang pengacara handal yang punya spesialisasi dalam ‘witness preparation‘ dan ‘judicial declaration‘. Suatu malam, si Virginia datang ke apartemen Doria dalam rangka persiapan untuk persidangan yang kemungkinan Jaksa bakal punya saksi yang memberatkan Doria atas kasus pembunuhan selingkuhannya. Virginia lalu memaksa Doria untuk menceritakan secara detail mengenai kejadian di hotel tempat terjadinya kasus pembunuhan.

Berawal dari kasus pembunuhan tersebut, ternyata Doria dan selingkuhannya punya misteri yang tidak diketahui bahkan oleh siapapun, yang pada akhirnya diceritakan juga kepada Virginia, dengan harapan Pengacara veteran ini mampu membebaskan Doria dari kasus pembunuhan yang dituduhkan kepadanya. Tapi, menurut si Virginia, cerita si Doria ini terkesan mengada-ada dan terlalu banyak celah. Yang malah membuat di Virgina menaruh curiga, Doria lalu mulai bercerita jujur tentang kasus tersebut, yang ternyata malah melibatkan kasus tabrak lari yang juga melibatkan Doria dan Selingkuhannya; Laura.

Baca juga : Avengers Endgame : Hulk Bakal Mati?

Review

Konsep ceritanya mirip sama beberapa cerita di komik Detective Conan, tentang pembunuhan di dalam ruang tertutup. Ya memang nggak begitu unik, tapi juga nggak bisa dibilang konsep cerita yang pasaran, dan jelas sekali kalau konsep cerita bukanlah poin plus utama untuk nih film. Plot-nya dibuat maju-mundur, proses penjelasan detail kejadian digambarkan dengan jelas sehingga tidak membuat bingung penontonnya. Untuk urusan akting para pemainnya juga tidak spesial-spesial banget, Mario Casas memang terlihat sedikit menonjol, tapi mungkin karena durasi tampil dia lebih banyak ketimbang yang lain.

Yang justru bikin film ini menarik adalah proses editing-nya. Perpindahan antar satu scene dengan scene lainnya banyak menggunakan transisi siluet yang diekseskusi dengan cermat, ditambah banyak sinematografi berkesan “dark” yang bikin nih film berasa banget misteri-nya. Klimaksnya, di akhir film, para penonton bakal disuguhkan plot twisted yang bikin planga-plongo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *