The Loft 2014 Review, Film dengan Plot Twist Terbaik

Sebelumnya film dengan konsep sama dan judul serupa pernah tayang tahun 2008. Sebuah film yang bercerita tentang 5 orang pria beristri yang saling berbagi kamar apartemen untuk digunakan sebagai tempat masing-masing dari mereka berselingkuh. Karena kami belum menonton The Loft yang versi original-nya (2008) jadi belum bisa bikin perbandingan antara The Loft (2014)-(remake) dengan versi aslinya. Kedua film ini sama-sama disutradari oleh Erik Van Looy dari Belgia.

Konsep Ceritanya sangat Unik

5 orang pria beristri itu adalah Vincent Stevens si arsitek yang memiliki ide untuk sharing kamar apartemen. Chris Vanowen si dokter psikolog, Luke Seacord dan Marty Landry sang agen real estate dan Philip Trauner saudara tiri Chris. Philip bekerja sebagai kontraktor dan akhirnya menikah dengan salah anak salah satu pengusaha kontraktor terkenal. Mereka berlima semua sudah menikah dan bersahabat dekat.

The Loft 2014

Baca juga : Review 700 Days of Battle: Us vs. the Police 2008

Suatu hari mereka berlima menemukan sosok wanita tanpa busana tergeletak bergelimang darah di atas ranjang didalam kamar apartemen dengan tangan ter-borgol pada tepian ranjang. Sementara kunci apartemen tersebut hanya ada 5 dan dipegang oleh masing-masing dari mereka. Terjadilah keributan dan saling tuduh diantara mereka, siapa yang bertanggung jawab atas kematian perempuan tersebut?. Saat itu pula terkuak misteri dari kejadian-kejadian lampau yang berkaitan dengan perempuan yang tewas didalam apartemen tersebut. Hingga masalah ini sampai ke tangan polisi, mereka berlima lalu di interogasi secara terpisah dan masing-masing memiliki alibi yang cukup kuat.

Banyak Plot-Twist

Plot twist bertebaran di film ini, apalagi orang yang belom nonton versi originalnya (like us). Kami hanya bisa menebak-nebak apa yang bakal terjadi dan siapa dalang dibalik kasus pembunuhan perempuan dalam apartemen itu. Apresiasi setinggi-tinggi nya untuk penggunaan plot twist di film ini. Begitu pula dengan alur ceritanya yang maju-mundur dan saling tumpang tindih antar kejadian satu dengan kejadian yang lainnya. Sangat dibutuhkan konsentrasi cukup tinggi untuk menonton film ini agat tidak ketinggalan benang merah cerita.

Akting para pemerannya bisa dibilang ‘standar’ nggak keren-keren banget dan nggak juga cupu banget. Pengecualian untuk Karl Urban yang berperan sebagai Vincent, disini akting dia oke banget dan berhasil bikin penonton merasakan emosi yang dibangun melalui karakter yang dibawain olehnya.

Sang sutradara Erik Van Looy dan penulis naskah Bart De Pauw sukses membawa suasana gloomy dan misterius kedalam film sehingga tidak terkesan terlalu dramatis. Cukup watchable dan menghibur. Sayang nya film ini tidak bisa dinikmati bareng keluarga karena ada beberapa konten nudity.

224 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail