Review The Old Guard, Premis Keren dengan Eksekusi Kacangan

Review The Old Guard – The Old Guard punya nama besar Charlize Theron yang mungkin saja menjadi salah satu faktor orang akhirnya menonton film ini. Sejak pandangan pertama, tak ada yang ‘menarik’ dari media promosi yang dibangun Netflix untuk film ini. Trailer-nya tak punya daya tarik yang kuat, begitu pula poster-nya yang sepertinya dibuat ‘buru-buru’ hingga terkesan seperti poster-poster film kelas B.

Film ini merupakan adaptasi dari komik karya Greg Rucka dan Leandro Fernandez dengan judul sama. Menceritakan kisah sekelompok prajurit bayaran rahasia yang memiliki kemampuan untuk hidup abadi. Dipimpin oleh seorang prajurit wanita bernama Andy (Charlize Theron), kelompok ini bertugas untuk melindungi dunia selama berabad-abad.

Review The Old Guard

Namun suatu ketika, saat tengah menjalankan misi darurat, kemampuan mereka terbongkar. Copley, agen CIA yang sudah pensiun, dan kini bekerja pada Merrick (pengusaha Farmasi) menjebak mereka. Merrick berencana menangkap Andy dan Tim-nya untuk diambil sampel darahnya, ia berencana mempelajari darimana kemampuan imortal mereka berasal, untuk membuat obat yang dapat memperpanjang usia manusia.

Saat anggota timnya yang lain tertangkap, hanya Andy dan Nile (si anak baru) yang tersisa. Mereka berdua harus berusaha menyelamatkan sisa tim-nya atau Merrick akan mengeksploitasi kekuatan mereka untuk kepentingan yang lain.

The Old Guard disutradarai oleh Gina Prince-Bythewood (Cloack & Dagger), sementara naskahnya ditulis oleh sang kreator komik Greg Rucka yang melakukan debutnya sebagai penulis naskah.

Review The Old Guard

Film ini dibintangi oleh pemenang Oscar; Charlize Theron (Monster, Mad Max: Fury Road) sebagai Andromache of Scythia, dan Chiwetel Ejiofor (12 Years a Slave, Doctor Strange) sebagai Copley. The Old Guard juga turut dibintangi oleh Marwan Kenzari (Aladdin) sebagai Yusuf Al-Kaysani, Kiki Layne (If Beale Street Could Talk) sebagai Niles Freeman, Matthias Schoenaerts (Red Sparrow) sebagai Sebastian le Livre, Luca Marinelli (Trust) sebagai Nicolo di Genova, Harry Melling (The Ballad Of Buster Scruggs) sebagai Merrick dan Veronica Ngo (Bright).

Baca juga: Review Film Greyhound, Film Perang Terbaik Tahun Ini

Buat gua pribadi, konsep cerita The Old Guard terbilang cukup keren. Premis tentang tentara bayaran yang immortal dan ‘ternyata’ berada dibalik semua kejadian penting yang terjadi di perjalanan umat manusia merupakan sesuatu yang ‘baru’ dan sangat menarik.

Uniknya, misteri tentang darimana asal keabadian tersebut tetap terjaga sepanjang film. Entah, hal ini bertujuan sebagai jembatan film berikutnya (jika ada) atau hanya ‘analogi’ yang disisipkan Greg Rucka akan kehadiran ‘Dewa-dewa’ ditengah masyarakat.

Review The Old Guard

Sayangnya, premis keren tersebut nggak diikuti dengan eksekusi yang mantab. Jadinya, The Old Guard tak lebih dari film aksi ‘biasa’ dengan jalan cerita ‘biasa’ yang dibintangi oleh aktris pemenang Oscar!

Banyak waktu yang terbuang hanya untuk memperkenalkan karakter Nile. Si anak baru yang ternyata baru menyadari kalau doi immortal. Malah, hampir seperempat film dihabiskan untuk memperkenalkan Nile kedalam grup. Di waktu yang cukup lama tersebut, karakter Nile juga memiliki konflik batin, antara memilih bergabung dengan tim-nya Andy atau kembali ke keluarganya. Sayangnya, solusi konflik batin Nile malah muncul tepat diakhir film.

Adegan aksi yang ditampilkan Charlize Theron dan kawan-kawan juga terbilang ‘biasa saja’, yah 11- 12 lah dengan film-film berantem-nya Steaven Seagal. Tak terlalu menawan, walaupun intentitasnya cukup tinggi. Padahal, mungkin para penonton sudah berekspektasi bakal banyak adegan gored penuh darah seperti di Blade.

Overall, The Old Guard mungkin masih bisa menjadi hiburan dikala harus #DirumahAja saat masa pandemi seperti sekarang ini. Namun, sepertinya Netflix harus memikirkan untuk mengganti Sutradara dan Penulisa Naskahnya jika ingin membuat sekuelnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *