Review The Way Back, Ben Affleck Masih Jago Akting!

Review The Way Back mengandung Spoiler!

Ini merupakan film kedua yang menandai kolaborasi antara sang sutradara; Gavin O’Connor dan Ben Affleck, yang sempat bekerja bersama di tahun 2016 melalui film The Accountant. The Way Back berkisah tentang perjalanan menginspirasi Seorang pelatih basket SMA; Jack Cunningham yang juga merupakan mantan pemain basket SMA.

Jack Cunningham (Ben Affleck) pernah memiliki kehidupan yang indah dan nyaman. Semasa SMA, ia merupakan atlit basket idola dan jadi idaman gadis-gadis. Ia juga pernah ditawari beasiswa masuk Universitas melalui jalur olahraga bola basket. Namun, tanpa alasan yang jelas, ia mundur dari pertandingan dan mengabaikan kesempatan emas untuk meraih beasiswa tersebut.

Bertahun-tahun berikutnya, Jack tenggelam dalam ketergantungan alkohol yang menyebabkan perceraian dan hidupnya perlahan-lahan hancur. Jack bekerja sebagai pekerja proyek, hari-harinya setelah bekerja ia habiskan dengan mabuk-mabukan dan ‘nongkrong’ di bar. Hubungannya dengan sisa keluarganya (Adik dan ibunya) pun bisa dibilang tak cukup harmonis.

Suatu hari, ia dihubungi oleh Kepala Sekolah dari SMA-nya dulu. Ia ditawari untuk melatih tim bola basket di sekolah tersebut, karena pelatih sebelumnya jatuh sakit. Awalnya, Jack enggan menerima tawaran tersebut dengan alasan sibuk. Namun, akhirnya tawaran tersebut ia terima. Jack pun datang ke tempat latihan tim SMA tersebut, yang kini dilatih sementara oleh guru bernama Dan (Al Madrigal). Dan lalu memperkenalkan satu persatu dari 10 pemain yang tengah berlatih, Ya!, tim basket tersebut hanya beranggotakan 10 opemain dan belum pernah meraih prestasi apapun. Satu-satunya prestasi tertinggi yang diraih tim Basket tersebut adalah saat Jack Cunningham masih bermain disana.

Butuh waktu cukup lama untuk Jack mengubah gaya bermain dan kedisiplinan para anggota tim-nya. Namun, dengan gaya melatihnya yang sedikit ‘nyeleneh’, Jack akhirnya mampu membawa tim Basket yang dilatihnya masuk ke babak play-off. Pada akhirnya, sadar bahwa jalan yang ia tempuh saat ini merupakan sesuatu yang mengisi kekosongan, yang mampu menyembuhkan luka dari masa lalunya.

Review The Way Back

Gavin O’Connor berhasil menampilkan kisah yang menarik tentang bagaimana seseorang tenggelam dalam kehidupannya dan jatuh kelubang gelap bernama Alkohol. Jika, kita melihatnya dalam kaca mata orang timur, maka rasanya seperti kurang related dengan kondisi tempat kita hidup saat ini. Dimana, minum alkohol saja sudah dianggap tabu, apalagi kecanduan Alkohol. Namun, jika kita menggunakan sudut pandang dan gaya hidup a-la barat tentu saja hal itu cukup lumrah.

Data dari addictioncampuses.com menyatakan bahwa 1 dari 8 warga amerika mengalami ‘kecanduan’ alkohol. Hal ini tentu saja merefleksikan betapa relatednya premis yang dihadirkan Gavin O’Connor melalui The Way Back.

Things I Liked

Akting Ben Affleck di film ini terbilang luar biasa. Buat saya secara pribadi, mungkin ini merupakan Akting terbaik dan terjujur Ben Affleck (setelah Argo, tentunya). Bisa jadi hal ini karena, dikehidupan aslinya, Ben juga merupakan seorang alkoholik. Ini pernah ia ungkapkan di wawancaranya dengan Los Angeles Times 20 Februari silam.

“I started drinking every day. I’d come home from work and I’d start to drink and I’d just sit there and drink until I passed out on the couch,”

Selain itu, Banyak jokes yang hadir disela-sela adegan drama membuat film ini jadi nggak terlalu membosankan. Komedi-komedi yang hadir di film ini juga lumayan sinematografi yang dihadirkan juga terbilang sangat memukau. Beberapa kali, Gavin O’Connor menggunakan panoramic shoot yang menghadirkan keindahan-keindahan landscape kota tempat setting film ini dikerjakan.

Things I Didn’t Like

Tempo nya berjalan lambat banget! terutama diawal-awal hingga masuk ke 3/4 film. Menjelang akhir dan klimaks temponya berubah menjadi sangat cepat. Bahkan, saking cepatnya penonton serasa kehilangan momen krusial, seperti misalnya saat awal pertandingan playoff yang memang ditunggu-tunggu.

Selain itu, film ini terlalu fokus terhadap karakternya Ben Affleck saja. Sehingga karakter lain seperti di anak tirikan dan kurang dapet porsi dan pendalaman karakter yang cukup. Misalnya karakter para pemain basket di tim SMA yang (mungkin) bisa di explorasi lebih detail lagi. Begitu pula dengan latar belakang; Angela, mantan istri Jack Cunningham yang sepertinya tampil hanya sebagai pelengkap saja.

Dan yang terakhir adalah porsi ‘Bad things’ yang terlalu banyak diawal film. Sejak awal, penonton sudah disuguhkan adegan mabuk-mabukan si karakter utama yang nggak ada habisnya. Bahkan digambarkan saat mandi pun, si Jack ini juga minum bir! Hebat betul kan? Sedangkan, durasi ‘good things’ nya hanya sebentar, dan itupun dibuat sebagai penutup. Nggak pernah dijelaskan bagaimana nasib si Jack, apakah akan terus kecanduan alkohol? atau gara-gara basket, ia mampu menjauh dari kebiasaan buruknya tersebut?

Overall, The Way Back merupakan salah satu film Ben Affleck yang wajib jadi koleksi. Tontonan drama inspirasional yang sepertinya tak patut ditonton oleh anak dibawah umur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *