Review Weathering with You: Karya Makoto Shinkai yang Kurang Dialogis dengan Ending Antiklimaks

Review Weathering with You – Bila berbicara tentang animasi Jepang di masa sekarang, nama Makoto Shinkai bisa dibilang menjadi sebuah jaminan kualitas (selain Studio Ghibli tentunya) lewat karya-karya yang dihasilkan.

Apalagi karya sebelumnya, yakni Kimi no Na wa atau Your Name (2016) sukses membuat “ambyar” dan meninggalkan perasaan hampa bagi para penonton yang menyaksikannya.

Tiga tahun setelah, yaitu tahun 2019 ini, sutradara/penulis berusia 46 tahun ini menghadirkan karya terbarunya berjudul Tenki no Ko alias Weathering with You. Seperti apa filmnya? Simak review-nya berikut ini.

Baca juga : Review Bumi Manusia: Cerita yang Terlalu Ringan untuk Sebuah Mahakarya Pramoedya Ananta Toer

Weathering with You bercerita tentang Jepang di masa tersebut mengalami periode cuaca buruk yang sangat panjang. Seorang remaja wanita bernama Hina Amano dapat mengubah cuaca buruk itu menjadi cerah. Dia dijuluki “Sunshine Girl”.

Seorang pemuda bernama Hokada Morishima kabur dari rumahnya di suatu pulau ke kota Tokyo. Di Tokyo dia ingin mencari pekerjaan, namun dia kesulitan. Suatu ketika dia bertemu dengan Keisuke Suga, seorang pemilik media majalah yang khusus mengangkat tema-tema legenda urban.

Keisuke Suga kemudian menawarinya dia bekerja di tempatnya untuk menyelidiki fenomena “Sunshine Girl”. Sampai akhirnya dia bertemu dengan “Sunshine Girl” ini.

Dalam Weathering with You, kesukaan Makoto Shinkai mengenalkan legenda kuno dan kepercayaan masyarakat Jepang seperti di Your Name tampaknya kembali muncul. Bedanya kali ini, Makoto lebih fokus mengajak penonton mengeksplorasi Tokyo.

Dengan keunikan Makoto itu, ia sukses membuat penonton terisak-isak lewat Your Name. Padahal, film itu disebut Shinkai “belum rampung” dan memiliki masalah ‘klise’, perbedaan waktu dan ingatan yang dialami tokoh utama. Namun, sukses mampu membuat hati para penonton “ambyar”.

Keberhasilan itu sepertinya menjadi beban pikiran Makoto Shinkai dalam membuat Weathering with You. Ia seakan ingin membuat film yang berstatus rampung kali ini.

Weathering with You memang punya pengembangan cerita yang lebih rapi. Makoto juga mengembangkan permasalahan jadi lebih kompleks dengan menambahkan konflik hukum, ekonomi serta pekerjaan dalam film terbarunya ini.

Selain itu, sinematografi serta teknik “Thirds of Rules” yang merupakan ciri khas Makoto Shinkai yang memukau juga kembali dimunculkan dalam Weathering with You.

Bagi pencinta anime, gambar yang disajikan benar-benar detail dan sangat sempurna sehingga bisa menimbulkan efek eyegasm yang luar biasa. Tak hanya itu, pemeran pendukung juga memiliki porsi yang lebih banyak dan berpengaruh dalam alur film.

Namun pengembangan tersebut tak membuat alur cerita menjadi rumit. Setelah menonton hingga akhir, jalur cerita Weathering with You malah terasa lebih sederhana dibandingkan Your Name.

Kompleksitas permasalahan yang dibuat Makoto jadi bumerang baginya. Banyak masalah itu yang malah menggantung, tak ada penjelasan yang membuat Weathering with You tak ubahnya dengan Your Name yang ia sebut “tak rampung”.

Padahal, penjelasan masalah yang jadi potongan cerita tersebut dapat berpotensi membuat Weathering with You bernilai lebih.

Tampaknya, Makoto Shinkai terlalu asyik membuat Hina jadi pawang hujan alih-alih memperhatikan cerita. Belum lagi, lagu pengiring yang mestinya bisa berperan dalam membangun emosi justru terasa tak sanggup melaksanakan tugasnya.

Baca juga : Review Film Gundala: Pembukaan yang Menarik Bagi Jagat Sinema Bumilangit

Jika sebelumnya, Makoto Shinkai selalu melakukan pembangunan karakter secara deep conservation lewat alur yang lambat dan menjadi semakin cepat menjelang ending seperti dalam 5 Centimeters per Second ataupun The Garden of Words.

Mengecewakannya, Makoto Shinkai tidak melakukannya dalam Weathering with You.

Terakhir, ending yang dihadirkan cenderung berbeda dari seluruh karya Makoto Shinkai sebelumnya karena cenderung tidak ada kejutan dan terasa antiklimaks.

Overall, Weathering with You layak diberikan rating sebesar 7.6/10 karena tetap mampu menyajikan visual memukau ala Makoto Shinkai meski punya alur terlalu sederhana dan kurang mampu memainkan emosi seperti film Your Name.

92 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail