Review Film Zombieland 2 Double Tap: Menghibur, Namun Tidak Lebih Baik Ketimbang Film Pertamanya

Review Zombieland Double Tap – Di tahun 2009 silam, Zombieland muncul sebagai salah satu film komedi bertema zombie yang cukup sukses ketika itu. Hadir dengan empat tokoh utama yang berkarakter, unik, serta punya chemistry yang apik, film berdurasi 88 menit itu meraih 102 juta dollar dalam peredarannya di seluruh dunia.

10 tahun berlalu, film sekuelnya yang berjudul Zombieland 2: Double Tap hadir dengan amunisi sutradara, penulis naskah dan aktor yang sama.

Film karya sutradara Ruben Fleischer ini kembali diperankan oleh Jesse Eisenberg, Emma Stone, Woody Harrelson, Abigail Breslin, serta didukung Zoey Deutch, Rosario Dawson, Avan Jogia, Luke Wilson, dan Thomas Middleditch.

Film Zombieland 2: Double Tap bercerita tentang 10 tahun setelah selamat dari serbuan zombie, Columbus (Jesse Eisenberg), Tallahassee (Woody Harrelson), Wichita (Emma Stone) dan Little Rock (Abigail Breslin) hidup damai, aman dan tenteram di dalam White House alias Gedung Putih yang menjadi kediaman presiden Amerika Serikat di dalam dunia yang dikuasai zombie.

Sayangnya kedamaian justru membuat Little Rock yang sedang dalam masa puber remaja bosan ingin memiliki teman sebaya sementara Tallahassee yang berlagak seperti ayah pada dirinya terasa sangat overprotektif.

Baca juga : Review Film Cinta Itu Buta: Komedi Romantis dengan Premis Menjanjikan Namun Dieksekusi Amburadul

Bersama Wichita yang memiliki masalah dengan hubungannya bersama Columbus, Little Rock pun kabur dari White House untuk bertualang berdua saja.

Sebulan setelah ditinggal Wichita, Columbus yang sedang galau malah bertemu dengan penyintas lainnya, Madison (Zoey Deutch) yang cantik namun lugu.

Keduanya pun terlibat asmara membara yang membuat Colombus lepas dari kegalauan.

Sayangnya, tidak disangka-sangka Wichita kembali membawa kabar buruk bahwa Little Rock kabur bersama pemuda hippie (Avan Jogia)meninggalkan Wichita sendiri.

Kedatangan Wichita pun membuat Tallahasse panik mengetahui kabar soal Little Rock. Tidak kalah paniknya dengan Colombus yang baru saja berhubungan dengan Madison.

Petualangan mereka pun dimulai untuk menyelamatkan Little Rock sekaligus menyelamatkan hubungan Columbus dan Wichita.

Film Zombieland 2: Double Tap dibuka dengan adegan yang cukup spektakuler, hanya saja setelahnya porsi zombie di film tidak sebanyak seperti di prekuelnya.

Pasalnya, Zombieland 2: Double Tap tampak  lebih banyak menampilkan permasalahan pribadi para tokoh atau bisa dibilang lebih banyak drama dibandingkan aksi.

Unsur drama yang dihadirkan seperti penyelamatan Little Rock yang menjadi konflik utama dalam film dengan kandasnya hubungan Columbus dan Wichita sebagai subplot. Konflik ini bisa dibilang wajar dimunculkan karena karakter Little Rock dalam Zombieland: Double Tap mulai tumbuh sebagai anak remaja normal.

Karena menjadi anak remaja, tak heran karakternya pun tampak berubah seperti melawan, ingin menemukan jati diri, dan berkumpul dengan anak-anak seumuran. Hal itu yang membuat Little Rock pun memilih untuk kabur dari ‘rumah’.

Selain hal tersebut, para penonton juga dihibur dengan humor-humor gelap (dark humour) di sepanjang film. Naskah Zombieland: Double Tap ditulis Paul Wenick dan Rhett Reese, penulis film Deadpool.

Tak hanya penambahan karakter, Zombieland: Double Tap juga menampilkan karakter yang menyerupai Columbus dan Tallahassee sebagai bagian komedi yang lumayan segar.

Klasifikasi zombie dari zombie bodoh, zombie biasa dan zombie tangguh yang dinamakan T-800 juga menjadi hal menarik yang membuat film Zombieland: Double Tap ditulis terasa lebih variatif daripada sekadar mengulang formula saja.

Alhasil, para penonton pun akhirnya disuguhkan zombie sebagai musuh di film ini yang kini jadi lebih tangguh dan sulit dikalahkan.

Masalahnya, konflik utama film Zombieland: Double Tap yang tidak terlalu kompleks justru menjadi bumerang. Hal ini menyebabkan Keseluruhan durasi film terasa lancar mengalir dengan santai, hampir tidak ada ketegangan dalam film akan risiko kehilangan Little Rock yang kabur.

Baca juga : Review Film Perempuan Tanah Jahanam: Thriller Slasher dengan Bumbu Mitos Cerita Rakyat yang Menarik

Sedangkan dari sisi akting, Zoey Deutch yang berperan sebagai Madison tampil mencuri perhatian di antara para bintang lama film ini seperti Jesse Eisenberg, Emma Stone, dan Woody Harrelson. Sementara itu, Rosario Dawson, Avan Jogia, Luke Wilson, dan Thomas Middleditch mampu memberikan warna dengan karakter mereka yang unik. 

Satu kekurangan lain yang cukup mengganggu dari film Zombieland: Double Tap, yaitu pada klimaks ketika pertarungan menghadapi zombie T-800 yang tangguh ternyata berlangsung antiklimaks. Meski begitu, hal ini sedikit tertolong dengan adegan-adegan komedi plus kejutan dramatis di akhir film.

Overall, Zombieland: Double Tap  layak diberikan rating sebesar 7.5/10 karena masih cukup menghibur untuk ditonton karena beragam komedi yang dihadirkan meski tidak sebaik film pertamanya.

18 kali dilihat
Ads

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail