Beda dengan Livi Zheng, Sineas Indonesia Ini Kembali (Benar-Benar) Membawa Filmnya Bersaing di Ajang Internasional

Beberapa waktu belakangan ini kita sering mendengar tentang sosok Livi Zheng, sutradara Indonesia yang mengklaim karya-karyanya telah menembus nominasi Academy Awards.

Bahkan, ia mengklaim film terbarunya, Bali: Beats of Paradise bersaing dengan Avengers: Infinity Wars untuk memperebutkan Piala Oscar dalam kategori Best Picture.

Pernyataannya tersebut dikritik oleh mayoritas pelaku dunia perfilman nasional karena filmya disebut-sebut hanya “eligible” di ajang Academy Awards bukan karena kualitasnya.

Namun, kita tidak akan membicarakan kontroversi seputar Livi Zheng tersebut.

Pasalnya, meski tidak banyak mendapatkan exposure dari berbagai media (seperti Livi Zheng tentunya), ada sineas lokal yang ternyata (benar-benar) membawa karyanya bersaing di festival film internasional.

Prestasi (nyata) yang benar-benar membanggakan ini datang dari sineas Wregas Bhanuteja. Film pendek terbaru buatannya yang berjudul Tak Ada yang Gila di Kota Ini (No One is Crazy in This Town) berhasil menembus ajang Busan International Film Festival 2019 (BIFF).

Baca juga : Love For Sale 2 Rilis Teaser yang Munculkan Sosok Arini, Kali Ini Siapa Lagi Dibuat Patah Hati?

Film besutannya ini terpilih untuk berkompetisi dalam program Wide Angle: Asian Short Film Competition di BIFF ke-24 pada tanggal 3-12 Oktober 2019 di Busan, Korea Selatan.

Selain berkompetisi, film pendek ini juga akan melakukan World Premiere di salah satu festival film bergengsi di dunia tersebut.

Semakin dibuat bangga setelah mengetahui bahwa film ini merupakan salah satu dari 300 film asal 70 negara yang terpilih untuk diputar di 30 layar bioskop di Kota Busan.

Tidak hanya menjadi sutradara, Wregas juga ambil andil dalam menulis naskah film pendek berjudul Tak Ada yang Gila di Kota Ini. Karya tersebut mengadaptasi sebuah cerpen dengan judul yang sama karya Eka Kurniawan.  

Sebelumnya, cerpen karya sastrawan tersebut telah diterbitkan dalam buku Cinta Tak Ada Mati (2018).

Film pendek ini menceritakan rencana rahasia Marwan (Oka Antara) di balik perintah bosnya yang menginginkan semua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di jalan raya diangkut dan dibuang ke hutan.

Atasannya di sebuah hotel tersebut menganggap kemunculan ODGJ akan merusak wajah kota dan mengganggu para turis yang datang untuk berlibur.

Baca juga : Reboot Film Horor Legendaris Suzzanna, Ratu Ilmu Hitam Rilis Poster dan Teaser Resmi

Selain Oka Antara, film pendek berdurasi 20 menit ini juga akan dibintangi oleh Sekar Sari, Pritt Timothy, Jamaluddin Latif, dan Kedung Darma Romansha. 

Sebagai informasi, sineas kelahiran Jakarta tanggal 20 Oktober 1992 ini juga pernah berhasil membawa film karyanya memenangkan ajang Festival Internasional di tahun 2016.

Film pendek berjudul Prenjak/In The Year of Monkey buatannya berhasil memenangkan Best Short Movie di Semaine de la CritiqueCannes Film Festival 2016.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *