The Crimson Rivers, Film Misteri Prancis Terbaik

The Crimson Rivers, film asal prancis yang diangkat dari sebuah novel karya Jean-Cristophe Grangè yang punya judul asli Red Blood Rivers. Aslinya film sudah tayang tahun 2000 silam dan banyak penggemar film baru menyadari kehadirannya 17 tahun setelahnya. Uniknya, sang sutradara: Mathieu Kassovitz, setelah memproduksi film ini malah menjadi aktor dan sempat bermain di film-film populer seperti; Munich (2005), Asterix and Obelix Meet Cleopatra (2002) dan Amélie (2001).

Sinopsis

The Crimson Rivers bercerita tentang Pierre Niemans (Jean Reno) seorang detektif spesialis pembunuhan dari Paris yang diutus ke salah satu kota kecil di ujung Prancis; Gueron. Guna menyelidiki kasus pembunuhan seorang profesor muda bernama Remy Caillois. Remy ditemukan mati mengenaskan diujung tebing bebatuan dengan kondisi tangan termutilasi dan kedua mata yang tercongkel. Pierre lalu melakukan penyelidikan ke kampus tempat korban bekerja sebagai petugas perpustakaan. Disana, Pierre menginterogasi pimpinan kampus dan juga orang yang secara tak sengaja menemukan mayat korban saat tengah memanjat tebing; Fanny Ferreira.

Baca juga : Review House of The Disappeared 2017

Sementara itu, disudut lain kota, seorang polisi muda bernama Max Kerkerian (Vincent Cassel) tengah menyelidiki kasus pembongkaran dan vandalisme makam. Yang kemudian menuntunnya ke kasus kecelakaan lalu lintas puluhan tahun silam yang menewaskan anak kecil. Dan seperti bukan kesengajaan ternyata, makam yang dibongkar tersebut merupakan makam dari anak kecil yang tewas puluhan tahun silam.Penyelidikan Pierre lalu menuntunnya ke seorang profesor sekaligus dosen di kampus tempat korban pertama bekerja. Tak disangka, Max juga mendapatkan petunjuk ke orang yang sama. Mereka berdua pun bertemu, lalu kemudian bersama-sama mencoba memecahkan misteri pembunuhan yang misterius tersebut.

Review

Dari awal film penonton sudah dibuat jatuh cinta dengan setting lokasinya. Sebuah kota kecil di ujung Prancis yang indah. Sepi dari hiruk pikuk namun tetap terlihat mandiri dan modern. Sebuah gambaran majunya peradaban di negara maju seperti Prancis. Tidah hanya set yang indah, film ini juga memberikan nuansa misteri yang kental lewat scoring musiknya yang ‘gloomy’. Tidak salah jika film ini sempat menjadi nominasi di banyak ajang penghargaan lewat kategori Best music-nya.

Baca juga : 10 Kematian Jagoan Paling Tragis

Plotnya untuk ‘ukuran’ film misteri thriller bisa dibilang tidak begitu luar biasa. Bahkan ‘nyaris’ mudah ditebak untuk penonton yang suka sama film-film setipe. Namun, proses editing dan sinematografi-nya sangat luar biasajuara. Hal ini, bisa diliat dari transisi scene antar dua kasus yang ditangani dua polisi yang berbeda lalu perlahan mengerucut dan ditransisi dengan halus menjadi satu.

Nilai tambah lain diberikan oleh akting dari Jean Reno (The Da Vinci Code, Ronin dan La Femme Nikita) dan juga si antonio banderas-nya Prancis; Vincent Cassel (Black Swan, Eastern Promises, Irreversible). Vincent yang di film ini lebih junior berhasil mengimbangi kualitas akting Jean Reno yang hampir tidak terkalahkan. Rasa hampir putus asa, penasaran dicampur marah bisa dijinakkan oleh Reno dan Vincent Cassel.

The Crimson Rivers juga berisi banyak part dark comedy khas Prancis. Yang mana proses translasi ke bahasa Indonesia banyak menghilangkan efek komedi tersebut. Tapi, walau bagaimanapun film tetap layak dinikmati.

Leave a Reply

Your email address will not be published.